<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>adi onggoboyo's note</title>
	<atom:link href="http://aong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aong.wordpress.com</link>
	<description>just simple personal blog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Oct 2011 08:56:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>adi onggoboyo's note</title>
		<link>http://aong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aong.wordpress.com/osd.xml" title="adi onggoboyo&#039;s note" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mencermati Kecurangan</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/09/27/mencermati-kecurangan/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/09/27/mencermati-kecurangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 05:25:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berkomunikasi personal panjang lebar via messej FB dengan Nurochman bin Tjaslan, salah satu pengusul program Kewirausahaan Bersama yang diajukan untuk BSM-Care. Pada saat komunikasi tersebut, semua status di FB dan twitter saya yang dianggap menuduh curang tim mereka, saya hapus semuanya untuk menetralisir suasana terlebih dahulu. Akan tetapi, saya dan tim merasa tidak menemukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=151&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berkomunikasi personal panjang lebar via messej FB dengan Nurochman bin Tjaslan, salah satu pengusul program <a href="http://www.syariahmandiri.co.id/bsm-care/usulan-anda/sosial/kewirausahaan-bersama/">Kewirausahaan Bersama</a> yang diajukan untuk BSM-Care. Pada saat komunikasi tersebut, semua status di FB dan twitter saya yang dianggap menuduh curang tim mereka, saya hapus semuanya untuk menetralisir suasana terlebih dahulu. Akan tetapi, saya dan tim merasa tidak menemukan penjelasan dan klarifikasi yang memadai dari beliau. Meski pak Nurochman sudah bilang sumpah Demi Allah tidak curang dan sama sekali tidak mengetahui perihal keanehan yang kami tanyakan, tapi yang kami inginkan itu *sekali lagi* adalah ajakan bermain fair, dengan catatan, kami ingin meminta klarifikasi teknis dari keanehan yg tim kami lihat. Tadinya, jika tim mereka bisa memberikan klarifikasi yang jelas sehingga semua clear, maka kami siap lanjutkan kompetisi dengan fair. Namun kondisinya nampaknya tidak kondusif, ya sudah, lebih baik saya -mewakili tim- menuliskan sharing ini di blog. (oia, setidaknya 2 tim lain di top 10 sementara BSM-Care juag mempertanyakan hal yang sama dengan tim kami).</p>
<p>Terkait penggunaan twitter yang berindikasi tidak fair (lihat selengkapnya di <a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/24/fair-gak-ya-hehe/">Gak Fair Ya?Hehe</a>) mereka menjelaskan bahwa mereka memang baru mengenal twitter jadi intinya masih belum mengerti cara-cara kerjanya. Newbie istilahnya, jadi menurut kami mereka masih dalam suasana euforia ada mainan baru, belum tahu etika-etikanya. Tapi terserah penilaian teman2 semua apakah alasan itu dapat diterima atau tidak.</p>
<p>Mencermati indikasi kecurangan ini juga menarik buat saya sebagai peneliti sosial <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tapi sy tidak sedang ingin membahas dr sudut pandang sosiologis, kali ini sy ingin memperlihatkan indikasi-indikasi yang kami ingin minta klarifikasinya namun tidak dijawab <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Memang benar, semua berawal dari pengamatan kami terhadap cara main mereka di twitter yang terindikasi tidak fair. Lalu tim kami jadi beralih mencermati pergerakan like FB-nya. Berikut ini asumsi analisis awal kami yang kami dasarkan pada pengalaman kami dalam berinteraksi di social media.<br />
- Jika kita cuma memposting ajakan vote di status kita sendiri, hanya ada segelintir orang yang akan tergerak untuk vote sekalipun friends-nya itu teman2 dekat kita. Contoh kasus, saya punya sekitar 2200-an friends, di Cipta Media Bersama saya coba seperti ini ditambah tulis status di wall sekitar seratusan orang, lalu saya diamkan, hasilnya cuma dapat 141 like FB <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
- Jika kita memposting ke tiap2 orang di jejaring kira, secara statistik yg kami amati, setidaknya 50-an % dari jejaring akan tergerak mem-vote utk LIKE (paling banyak), 50% ini saja sudah bagus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Adapun tweet, Jempol, dan komen akan relatif lebih sedikit lagi (2 yg terakhir kecenderungannya agak malas). Dari sini bakal ada kecenderungan statistik yg urutan terbanyak dr FB, twitter, jempol, komen.<br />
- Nah, sekarang tinggal hitung2an jumlah jejaring kan. Kami melihat list friends tiga orang pengusul Kewirausahaan Bersama sampai saat tulisan ini ditulis: Pak Nurochman hanya 473, pak dartono cuma 123, pak sumardi 247. Lalu link grup koperasi pulsa di Facebook cuma 984 orang. Adapun peluang friends kita sendiri menyebarluaskan lagi secara spesifik satu2 ke wall jejaringnya pun sangatlah kecil sekali sekalipun kita telah meminta.<br />
- Tiba2 (speerti yg sy tulis di blog kmrn) dalm waktu sekitar 6 jam (dari sekitar jam 12 malam s/d jam 6 pagi) bbrp hari yang lalu, like FB mereka naik jadi 1600 orang. Artinya setidaknya mereka membutuhkan posting ke wall orang lain sebanyak sekitar 3200 orang dalam 6 jam. Gabungan friends diantara mereka bertiga sbg pengusul program + grup fesbuknya jelas masih jauh dari angka 3200. Pertanyaannya: adakah di saat tengah malam hingga pagi itu yang mengerjakan sebanyak itu diantara tim mereka? Jika ada, that’s ok. Tapi jika tidak, penjelasannya bagaimana? Sementara pengalaman statistik kasar kami, orang yang membuka FB di dini hari relatif jarang.<br />
- Lalu pak Eko Budhi Suprasetiawan pengusul Pelatihan ekonomi syariah (di BSM Care juga) kirim pesan via FB kok pada bisa dapat like FB sampai 4000-an?? Beliau sendiri friendsnya sekitar 1600, belum ditambah tim inti lainnya. Beliau bilang sudah mengerahkan semua pasukannya tiap hari bekerja keras namun belum mencapai hasil maksimal. Demikian juga bung Yusvi (IT untuk anak nelayan) friendsnya seribuan masih belum bisa beranjak banyak.<br />
- Pak Eko Budhi terkesiap *mungkin* karena kompetisi hibah Cipta Media Bersama dari Ford Foundation saja, yang 5 vote teratas, like FB tertingginya hanya di kisaran 4ribuan (CMIIW). Padahal itu diikuti oleh komunitas2 yang bertahun2 sudah mapan. Seperti FLP yg punya anggota grup di FB sebanyak 11-an ribu orang, hanya mampu mengerahkan utk like FB didekat 4000 dan 2000 vote.<br />
- Akhirnya pak Ardian Febri (@kafey) mencoba mencari tahu ada apa gerangan sebenarnya? Kok anomalinya terlalu banyak?? Ditambah lagi perbandingan like FB dan tweet dengan jempol dan komen disaat posisi like tim mereka skitar 6100-an, nampak jelas anomalinya dibandingkan kawan2 pengusul lainnya (baca lagi detailnya di <a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/24/fair-gak-ya-hehe/">Fair Gak Ya? Hehe</a>). Nah,pak febri lalu menemukan indikasi awal adanya penggunaan autoscript pada FB diantara jejaring bapak atau tim. Pak febri lalu mengcapture contoh2nya. Meski begitu, tetap ada peluang memang tidak pakai autoscript sama sekali. Inilah yang mendorong kami untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut dari mereka. Kalau mereka bisa menjelaskan, ya sudah semua clear. Ternyata kan tidak! BT donk lama-lama kalau kerja manual dan fair tim kami harus berhadapan dengan mesin, effort yg mesti kami keluarkan jd sangat-sangat besar sementara mereka tinggal menikmati saja (di awal mereka sudah menuliskan satu persatu ke wall friends-nya walo klo diliat dari wall FB mereka, cuma pak Nurochman saja yang rajin, berikutnya tim mereka terindikasi curang)<br />
- Lalu pak febri di unfriend oleh pak Nurochman dan di block oleh Pak Dartono Jhon FB-nya, bikin menambah suuzhon kami hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  lalu kami jadi menduga-duga, jika penjelasan klarifikasi dari mereka tidak jelas, barangkali memang  pak nurochman yang sudah bersumpah demi allah sudah sudah benar dan jujur (karena ketidaktahuannya beliau dalam dunia socmed). Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada diantara jejaring beliau yang melakukan kecurangan tanpa sepengetahuan beliau.  Tapi kalau penjelasannya masuk akal dan fair, mari kita lanjutkan kompetisi dan masalah ini kita anggap clear.</p>
<p>Dari situ lalu kami memancing untuk mereka melakukan pergerakan. Kemarin malam, saya dan pak Ardian Febri lembur di kantor untuk melihat ulang kemungkinan tidak fair-nya. Pak Febri mulai kirim ajakan promosi vote dengan mendatangi tiap2 wall di jejaring friendsnya sebanyak ratusan orang, sehingga menyebabkan orang mulai nge-like FB, yang kemudian menggeser kembali posisi #gurudigital ke nomor 1 (lihat gambar dibawah). Saya akan share semua gambar pergerakan dimulai dari Pukul 19:19 WIB 26 September 2011 pada saat tim kami kembali ke posisi pertama klasemen sementara:</p>
<p>Jam 19:19 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106002/peringkat1.png">Download</a></p>
<p>Jam 19:27 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106003/peringkat2.png">Download</a></p>
<p>Jam 19:50 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106011/peringkat5.png">Download</a></p>
<p>Jam 19:57 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106012/peringkat6.png">Download</a></p>
<p>Jam 20:14 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106014/peringkat7.png">Download</a></p>
<p>Jam 22:24 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105965/curang1.png">Download</a></p>
<p>Jam 22:32 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105969/curang2.png">Download</a></p>
<p>Jam 22:35 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105971/curang3.png">Download</a></p>
<p>Jam 22:42 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105972/curang5.png">Download</a></p>
<p>Jam 22:50 WIB <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105974/curang6_1050WIB.png">Download</a></p>
<p>Keseluruhan data pergerakan diatas, tolong disimak pergerakan Like FB dan Jempol, sebab data diatas mengindikasikan bentuk kecurangan lain selain yang terendus pada twitter, FB, dan sekarang bisa jadi Jempol vote <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  lengkap sudah :p  Nah, pada saat terjadinya pergerakan itulah, disaat yang sama di halaman wall FB-nya pak Dartono Jhon, salah seorang penggagasnya, terjadi keanehan-keanehan: tiba-tiba muncul status pak nurochman untuk ajakan vote di setiap status komen pak dartono. Gambar dibawah ini diambil di jam 19:37</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/peringkat3_tambah-tanda-panah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-153" title="peringkat3_tambah tanda panah" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/peringkat3_tambah-tanda-panah.jpg?w=480&#038;h=196" alt="" width="480" height="196" /></a> untuk melihat lebih lengkap kemunculan semua status tiba2 dalam waktu yang serentak itu:</p>
<p>Kemunculan jam 19:44 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46106010/peringkat4.png">Download</a></p>
<p>Kemunculan jam 19:49 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105980/FireShot%20capture%20%23005%20-%20%27Dartono%20Jhon%27%20-%20www_facebook_com_dartono_1049WIB.png">Download</a></p>
<p>Kemunculan jam 19:53 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46069069/FireShot%20capture%20%23004%20-%20%27Dartono%20Jhon%27%20-%20www_facebook_com_curang_753.png">Download</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemunculan jam 19:53 ini aneh, sebab tiba-tiba semua status pak Nurochman menghilang secara bersamaan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  dan bersamaan dengan itu, pergerakan kenaikan jumlah like FB di klasemen pada tim mereka juga berhenti. Lalu kemudian tiba-tiba naiklah bvote jempol tanpa diiringi kenaikan FB atau tweet, agak kurang lazim dalam melihat keseluruhan pergerakan semua peserta yang di top 10 (ntar saya bahas dibawah). Wah?? jadi tanda tanya&#8230; kami lalu kirim messej ke pak nurochman agar jangan main curang, tapi jawabannya tetap tidak memuaskan. Karena sudah malam, saya dan pak febri pulang. Di rumah, cek internet, ternyata sedang terjadi pergerakan lagi. Seperti baisa, tiba2 di wall FB pak Dartono muncul lagi komen2 ajakan dari Pak Nurochman, mosok iya pak Nurochman iseng banget nulis lagi ditempat yang sama lagi secara bersamaan pula?? lalu ngapus lagi?? what&#8217;s going on?</p>
<p>Kemunculan jam 22:49 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105980/FireShot%20capture%20%23005%20-%20%27Dartono%20Jhon%27%20-%20www_facebook_com_dartono_1049WIB.png">Download</a></p>
<p>Kemunculan jam 22:51 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105982/FireShot%20capture%20%23006%20-%20%27Dartono%20Jhon%27%20-%20www_facebook_com_dartono_jhon_1051WIB.png">Download</a>  &#8211;&gt; komennya tiba-tiba berkurang</p>
<p>Kemunculan jam 22:52 <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105987/FireShot%20capture%20%23007%20-%20%27Dartono%20Jhon%27%20-%20www_facebook_com_dartono_jhon_1052WIB.png">Download</a> &#8211;&gt; komen pak Nurochman hilang semua</p>
<p>Menariknya, di saat2 kemunculan komen pak Nurochman itu, tidak ada history yang bisa menunjukkan bahwa pak Nurochman telah menuliskan itu di wall FB-nya pak Nurochman. Okelah misalnya pak Nurochman yang menuliskan semuanya lalu mendelete semuanya, sbegitu cepatkah? menulis di tiap status pak Dartono lalu menghapusnya lalu menghapus jejak di wall-nya pak Nurochman?? Mohon klarifikasi..</p>
<p>Karena tim ini jempol votenya juga tiba-tiba naek, kami juga jadi bertanya-tanya, apakah mereka melakukannya dengan fair? Baca kembali postingan di blog saya sebelumnya, saya hadirkan kembali gambar nya pada saat posisi tanggal 24 September 2011 pukul 8:29 WIB perhatikan jumlah jempol dan komen relatif terhadap FB dan tweet.</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_292.png"><img class="alignleft size-full wp-image-154" title="Posisi_24_Spet_jam_8_29" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_292.png?w=480&#038;h=263" alt="" width="480" height="263" /></a> pada situasi gambar diatas, perbandingan jumlah vote jempol dan komen relatif terhadap like FB dan twitter SEPERTI tidak rasional relatif *lagi* terhadap perbandingan yang sama pada tim lain yang di top 10. Kalau statistiknya cukup benar, maka kejompangan yang ekstim itu karena prosesnya tidak dikerjakan dengan alamiah alias berpotensi, berindikasi curang. Mari kita bandingkan percepatan gerak maju vote jempolnya pada keesokan harinya tanggal 25 September pukul 14:20 WIB yuk kita lihat gambarnya:</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama8_1420.png"><img class="alignleft size-full wp-image-155" title="kewirausahaanbersama8_1420" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama8_1420.png?w=480&#038;h=231" alt="" width="480" height="231" /></a></p>
<p>Tiba-tiba muncul 110 vote jempol dalam relasi perbandingan dengan tambahan 300-an like FB, lalu kemudian jumlah vote itu bergerak terus secara perlahan tapi pasti. Berikut ini data lengkapnya:</p>
<p>Jempol jam 16:55 WIB 25 Sept <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105991/kewirausahaanbersama_1655.png">Download</a></p>
<p>Jempol jam 20:04 WIB 25 Sept <a href="http://adionggo.pbworks.com/w/file/46105999/kewirausahaanbersama11_2004.png">Download</a></p>
<p>lalu ikuti terus file-filenya di tanggal 26 September 2011 yang sudah saya sharing di bagian sebelumnya. Hingga pada tanggal 26 September 2011 pukul 22:50 WIB vote jempolnya sudah 257. Fantastis! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perhatikan bahwa di sharing file saya yang tanggal 26 September 2011 dari jam 19-an sampai 22-an, ada beberapa situsi (silahkan dianalisis) pergerakan dimana saat like FB-nya tidak meningkat, tapi vote jempolnya meningkat. Kalau dari pergerakan alamiah yang kami amati diantara peserta top 10, kenaikan vote jempol biasanya seiring dengan kenaikan like FB, dan tidak pernah melebihi like FB (sialnya saya tidak mengcapture data-datanya yang lalu:D ). Rasionalisasinya begini: pada saat orang di ajak untuk memvote via FB, lalu orang tersebut membuka laman BSM-Care, mayoritas mereka hanya mengklik like meskipun dalam ajakan sudah diminta untuk mengklik semuanya + komentar. Kalau mereka tidak vote jempol, lalu kita minta lagi suatu ketika untuk balik lagi dan klik vote jempol, meski kelihatannya sederhana, tapi yang saya amati, mereka belum tentu mau <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kalau metode yang kami pakai agar orang tergerak mengklik vote jempol dengan mengutak atik bahasa komunikasi di pesan ajakan untuk vote-nya dan hal itu cukup bekerja. Namun yang saya lihat, model bahasa komunikasi yang dipakai di status pak Nurochman relatif tidak berubah. Kemudian, yang tadi itu, pada saat like FB tidak berjalan, like jempol tau-tau jalan, sementara twitternya juag tidak jalan, komennya juga relatif tetap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  nah lho?? Tolong diklarifikasi siapa tahu memang saya tidak tahu metodenya jadi bertanya2 agak curiga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  mohon pencerahan..</p>
<p>Simpulan sementara kami:</p>
<p>(1) tim kewirausahaan sosial terindikasi berkompetisi tidak fair pada tiga vote: Like FB, Twitter, dan jempol. Khusus yang terakhir (jempol) kami belum sepenuhnya yakin, mohon diklarifikasi. Proses utk Like FB diindikasi dengan melakukan bom spam atau flood ke jejaring secara sembarang diluar jejaring mereka (atau entah penjelasan lain, mohon pencerahan dari kawan2 yg paham masalah ini)</p>
<p>(2) tim kewirausaahaan sosial nampaknya mengerjakan cara tidak fairnya pada masing2 jenis vote secara independen, itulah yang menyebabkan pergerakan statistikanya agak aneh sendiri. FB &#8216;dikerjakan&#8217; duluan, lalu twitter &#8216;digarap&#8217;. Pada saat twitter kami komplain, vote-nya tidak bergerak. Tapi kemudian vote jempol tiba2 bergerak. Pengerjaannya terpisah satu persatu&#8230; Tinggal komentar aja yang sudah untuk diautomatisasi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Karena kontak khusus BSM-Care tidak tersedia (email atau twitter, atau saya gak gak nemu ya? hehe), kalau mau telepon bakalan panjang dan bingung nunjukin screen shot nya, lalu upaya menempuh jalur kekeluargaan dan klarifikasi japri tidak berhasil utk menjadikan permainan lebih fair, maka daripada tiap kami bekerja keras selalu -terindikasi- di&#8217;curangi&#8217;, ya sudah saya mewakili tim menuliskan komplain detailnya di blog ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  palingan juga sy akan mention @syariahmandiri untuk pemberitahuan..</p>
<p>Bagaimana menurut teman2 semua? tolong luruskan saya jika saya salah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=151&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/09/27/mencermati-kecurangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/peringkat3_tambah-tanda-panah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peringkat3_tambah tanda panah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_292.png" medium="image">
			<media:title type="html">Posisi_24_Spet_jam_8_29</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama8_1420.png" medium="image">
			<media:title type="html">kewirausahaanbersama8_1420</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fair Gak Ya? hehe</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/09/24/fair-gak-ya-hehe/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/09/24/fair-gak-ya-hehe/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 02:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara BSM-Care buka pendaftaran buat program CSR yg kemudian bisa dipilih publik, saya dan rekan2 di gerakan #gurudigital jd antusias mengamati pergerakan perolehan suara vote-nya, baik like FB, tweet, jempol, dan komentar. Awalnya kami merangkak dari posisi bawah hingga kemudian masuk ke nomor 1, namun dalam beberapa hari belakangan ini ada sedikit yang &#8216;mengganggu&#8217; . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=138&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara BSM-Care buka pendaftaran buat program CSR yg kemudian bisa dipilih publik, saya dan rekan2 di gerakan #gurudigital jd antusias mengamati pergerakan perolehan suara vote-nya, baik like FB, tweet, jempol, dan komentar. Awalnya kami merangkak dari posisi bawah hingga kemudian masuk ke nomor 1, namun dalam beberapa hari belakangan ini ada sedikit yang &#8216;mengganggu&#8217; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Salah satu program yang diajukan kawan lain dari bekasi  dgn judul <a href="http://www.syariahmandiri.co.id/bsm-care/usulan-anda/sosial/kewirausahaan-bersama/">Kewirausahaan Bersama</a> tadi malam jam 12 sy tengok masih di 4400-an, tiba-tiba jam 7 pagi saya periksa sudah 6000-an, 1600-an like FB dalam 6 jam. Tidak apa-apa sih. Siapa tau mereka punya metode tertentu yang memungkinkan bisa cepat. Tapi itu membuat kami penasaran, metode apa yang dipakai bisa secepat itu? hehe.. disisi lain, kami perhatikan, vote twitternya juga melesat dgn cepat.</p>
<p>Okelah kita buka-bukaan, kalau kami vote FB-nya bisa 5000-an karena memang kami punya &#8216;pasukan&#8217;. Artinya, di lingkaran dekat kami saja sudah banyak yang siap untuk menyebarkan link ke jaringannya, dan kami kerjakan satu-persatu dengan mentautkannya ke jejaring Friends kami (bukan spam kan?) . So simple. Lingkaran dekat: rekan kantor, keluarga, dan teman-teman dekat yang mendukung gerakan #gurudigital dan siap berbagi tautan ke seluruh jejaringnya. Cadangannya cukup banyak. Belum lagi kalau ditambah jejaring #gurudigital yang walaupun belum banyak, tetapi misalnya begini: di SD RSBI-SMP Muhammadiyah 7 saja ada 80 guru yang ikutan workshop #gurudigital. Jika mereka diminta menyebarkan setidaknya ke 20 orang jejaring temannya, berarti sudah 1600 kan?? belum lagi di tambah dari sekolah lain tempat kami adakan workshop <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Okelah kalau masalah fesbuk saya anggap no problemo.</p>
<p>Nah, utk twitter, kami hanya gunakan 4 akun: 2 akun pribadi dari 2 orang yang berbeda ( @adionggo dan @kafey ) dan 2 akun gerakan (@gurudigitaleuy milik gerakan #gurudigital dan @medresalabs produk pengembangan dr saklik yg mendukung gerakan #gurudigital) untuk menjejaringkan ke tweeps yang lain&#8230;. Nah, sekarang masalah muncul ketika kawan-kawan dari Kewirausahaan Bersama melakukan mobilisasi tweetnya dgn prinsip &#8216;dari kami, oleh kami, untuk kami&#8217; nah lho kok bisa? gimana sih emangnya?</p>
<p>Ternyata begini caranya: mereka membuat puluhan akun twitter, lalu mereka saling me-mention antar akun <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (pinter juga nih, tp masalahnya boleh gak kayak gini? kalo boleh sama panitianya, gw juga mau dong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  biar jadi fair <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mari kita lihat gambar per gambar:</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi24sept_jam_8_19.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-139" title="posisi24sept_jam_8_19" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi24sept_jam_8_19.png?w=300&#038;h=99" alt="" width="300" height="99" /></a>dari gambar disamping kami klik angka di sebelah icon tweet, lalu muncul list sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaan5.png"><img class="size-full wp-image-140 alignleft" title="kewirausahaan5" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaan5.png?w=480&#038;h=301" alt="" width="480" height="301" /></a></p>
<p>dari gambar diatas dapat dilihat akun @kewirausahaan12 me-mention akun @kewirausahaan11, @kewirausahaan10, dan @kewirausahaan9, kalau di scroll ke bawah ya masih @kewirausahaan(ke-X) hehehe. Lalu kami cek followernya :</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama1.png"><img class="alignleft size-full wp-image-141" title="kewirausahaanbersama1" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama1.png?w=480&#038;h=205" alt="" width="480" height="205" /></a>yang rata-rata followernya dari belasan hingga puluhan per tiap akun, yang mana saling memfollow satu sama lain. Kalaupun ada yang diluar itu, mereka memfollow media massa atau akun yang dianggap mempublik (tapi bukan perorangan). Berikut ini gambar followernya:</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama3.png"><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="kewirausahaanbersama3" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama3.png?w=480&#038;h=214" alt="" width="480" height="214" /></a><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama42.png"><img class="alignleft size-full wp-image-159" title="kewirausahaanbersama4" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama42.png?w=480&#038;h=377" alt="" width="480" height="377" /></a>Ini yang mungkin menjelaskan mengapa pada klik jempol dan komennya jadi sedikit (disparitasnya anomali dibandingkan dengan peserta dibawahnya). Mari kita simak gambar berikut:</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_291.png"><img class="alignleft size-full wp-image-145" title="Posisi_24_Spet_jam_8_29" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_291.png?w=480&#038;h=263" alt="" width="480" height="263" /></a>kejomplangan dengan angka FB dan Twitternya relatif terhadap peserta lain di bawahnya, dimungkinkan karena mereka sedang fokus membombardir di FB dan twitter pada komputer yang sama. Kefokusan itu tidak mungkin bisa dibarengi klik jempol karena klik jempol hanya bisa diklik dari komputer yang berbeda. Secara statistik dengan mengkomparasi dengan angka2 hasil klik jempol di bawahnya, semestinya angka klik jempolnya lebih bergerak naik ke rata-rata kenormalan jumlah klik jempol, misalnya dikisaran 60-an keatas. Kalau komentar memang bisa komentar berkali-kali, namun karenafokusnya di FB dan twitter, mungkin mereka lupa bombardir komentar juga hehehe.. secara statistik, semestinya komentarnya tidak sejumlah 13 dengan melihat kaitannya dengan klik FB dan twitter, namun jauh lebih banyak dari itu.</p>
<p><strong>Nah, Balik ke pertanyaan awal. Hal kayak diatas BOLEH atau TIDAK?? gimana nih panita dari BSM-Care nya? kalau memang boleh dilakukan, kami siap lakukan agar sama-sama Fair. Tapi kalau TIDAK BOLEH, ya kami akan komitmen terhadap aturan yang ditetapkan&#8230; Bagaimana menurut teman-teman? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=138&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/09/24/fair-gak-ya-hehe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi24sept_jam_8_19.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">posisi24sept_jam_8_19</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaan5.png" medium="image">
			<media:title type="html">kewirausahaan5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama1.png" medium="image">
			<media:title type="html">kewirausahaanbersama1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama3.png" medium="image">
			<media:title type="html">kewirausahaanbersama3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/kewirausahaanbersama42.png" medium="image">
			<media:title type="html">kewirausahaanbersama4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/09/posisi_24_spet_jam_8_291.png" medium="image">
			<media:title type="html">Posisi_24_Spet_jam_8_29</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wiimote interactive, bisnis, etis, dan idealisme</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 05:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Saya harus menjelaskan ini untuk mencerahkan rekan-rekan guru atau pendidik yang ingin membeli paket Wii-remote interactive whiteboard yang menggunakan wii-remote dari nintendo sebagai perangkat utama. Semua bermula dari ide kreatif dan cerdas dari Johny Chung Lee yang saat itu di Carniege Mellon University US, ia membuat sebuah alternatif penggunaan wii-remote dari nintendo untuk pembuatan interactive [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=134&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya harus menjelaskan ini untuk mencerahkan rekan-rekan guru atau pendidik yang ingin membeli paket Wii-remote interactive whiteboard yang menggunakan wii-remote dari nintendo sebagai perangkat utama. Semua bermula dari ide kreatif dan cerdas dari Johny Chung Lee yang saat itu di Carniege Mellon University US, ia membuat sebuah alternatif penggunaan wii-remote dari nintendo untuk pembuatan interactive whiteboard. Dia sendiri membuat beberapa project berbasis alat wii remote itu. Project selengkapnya dapat dilihat di <a href="http://johnnylee.net/projects/wii/">SINI</a>.</p>
<p>Lalu kemudian software pendukung untuk kalibrasinya dikembangkan lebih lanjut oleh Goh Boon Jin dari Singapura yang membuat smoothboard untuk mengaktivasi dan mengkalibrasi wiimote dan layar yang akan dijadikan interaktif. tentang smoothboard bisa dilihat di <a href="http://www.smoothboard.net">SINI</a>.</p>
<p>Sementara saya sendiri baru dapat infonya di awal tahun 2011 ini, beberapa penggiat pendidikan di Indonesia, misalnya di blognya bung Gora yang memposting tentang hal ini di tahun 2008 (lihat selengkapnya di <a href="http://gora.wordpress.com/2008/06/04/membuat-interactive-whiteboard-sendiri-bagian-1-mencari-dan-mengeksplorasi-wii-remote-wiimote/">SINI</a>). Saya perhatikan, ini kemudian membuka peluang baru untuk dibisniskan jika dibuat paketan lengkapnya mengingat harga smartboard + software SMART-nya bisa mencapai di kisaran 20 juta-an per buah, sesuatu yang sangat mahal untuk hampir kebanyakan sekolah di negeri kita, apalagi penggunaannya difungsikan untuk satu kelas. Bayangkan jika di sebuah sekolah yang punya 10 kelas yang kalau dipasang smartboard tiap kelasnya, maka sekolah harus mengeluarkan 200juta hanya untuk pengadaan itu. Cape deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Maka alternatif wii remote interactive ini kemudian disambut beberapa kalangan di Indonesia dengan membisniskan paketan-paketan ini. Mereka membandrol harganya di kisaran 3-4,8 juta dengan nama yang macam2. Saya sendiri dan kawan-kawan di medresa foundation bandung, mencoba penggunaan wiimote interactive ini di SD RSBI SMP Muhammadiyah 7 Antapani Bandung, ini videonya:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/"><img src="http://img.youtube.com/vi/BCIQ6rlkyls/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Lalu mari kita coba hitung biaya pembuatan paket wiimote ini dengan asumsi paling mahal: wii remote satuan setelah dicek harganya 450 rb, software asli smoothboard-nya Boon Jin 300rb, tripod untuk tempat wii remote 75 rb, IR-pen tidak bikin sendiri beli yang kualitas bagus di ebay sekitar 160rb. Totalnya tidak sampai sejuta kan?? ini asumsi mahal, kalau bikin IR-pennya sendiri, harga IR LED VISHAY  TSAL6400 di surabaya hanya 6600/buah (saya juga punya stol harganya 5000/buah) + resistor + kabel+tempat spidol palingan abis gak sampe 50rb. Belum lagi kalau pakai softwarenya yang versi bajakan alias gratis hehe jadi bisa jauh lebih murah. Jadi <strong>data pertama, biaya pembuatan paket wiiremote interactive sendiri maksimum 1juta</strong>.</p>
<p>Tadinya kami ingin mengembangkan alat ini sehingga lebih mapan dan lebih bagus dengan merk sendiri, tapi sebelumnya  kami mencari dan membandingkan dengan produk yang mungkin sudah ada dipasaran. Dan ternyata hasilnya: memang sudah ada dan jauh lebih keren dari wiimote interactive (krn memang wiimote gak didesain khusus utk interactive whiteboard, tapi buat maen game). Kami coba Onfinity CM2 di kantor kami emang lebih keren dari pake wiimote. Yang belum tahu seperti apa onfinity CM2 bisa lihat video ini:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/"><img src="http://img.youtube.com/vi/B4ccysJXhZ4/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>harga onfinity cm2 yang kami cari di pasaran di kisaran 5 juta-an, tapi kami dapat seorang penjual yang bisa menekan harganya hingga 4 juta-an <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Sementara itu, kami coba cari lagi yang lain, tidak sengaja kami bertemu kawan lama di kampus dulu pada saat jalan-jalan di sebuah mall di bandung, dia sedang bertugas jadi sales executive untuk produk vimeo yang katanya keluaran PT.Satusolusi. Ini videonya:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/"><img src="http://img.youtube.com/vi/nM4DrH2kCkA/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>temen saya menawarkan harganya 4,5 juta. wah harganya lebih murah dari harga Onfinity Cm2 yang normalnya di 5juta-an dengantampilan dan kinerja yang gak kalah canggih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tapi temen saya itu kasih clue: ini produk cina <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nah, lalu kami cari dari china-nya langsung, dan nemu benda yang sama persis dengan Vimeo yang bernama i-interactor, yeaaaa&#8230;jadi tau darimana si Vimeo asalnya. Dan harga yang kami dapatkan untuk i-interactor adalah 2jutaan :p (kalo dihitung dengan biaya lain2nya yaa mendekati 3juta lah/buah), jadilah kami langsung beli dari cina, barangnya persis sama dengan vimeo dan memang Vimeo=i-interactor. Ini videonya i-interactor (silahkan buka di tab baru):</p>
<p>http://v.youku.com/v_show/id_XMjE2NDQ3Mjg0.html</p>
<p>kami coba di kantor dan hasilnya memang oke banget, sama kerennya dgn onfinity cm2, lalu i-interactor ini bisa autocalibration yang sangat mudah hanya dalam waktu 6-10 detik, barangnya simpel, portable, tidak perlu pakai bluetooth krn via USB, IR-pennya juga bisa klik kanan, punya pointor, dan jg punya edu-softwarenya untuk pendidikan meski masih jauh kelasnya di bawah software SMART besutan Smart Technologies, tapi saya yakin mereka bakal terus mengembangkan untuk secanggih SMART. <strong>Jadi data kedua, ada beberapa produk diluar wiimote interactive yang kisaran harganya 2-5jutaan</strong>.</p>
<p>Karena saya punya ipad2, lalu saya mencari apps untuk guru. Hasilnya, nemu beberapa apps yang mendukung interactive whiteboard, salah satunya yang simpel adalah apps ShowMe. Berikut ini video saya pake ShowMe:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/"><img src="http://img.youtube.com/vi/CtS3jRDmX5k/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>saya juga punya penyambung ipad ke proyektor. Jadi dengan ipad+apps interactive whiteboard yang FREE, guru malah bisa sambil jalan2 dan nulis dari ipadnya tanpa perlu nulis secara elektronik di depan layar/papan tulis <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Nah, harga ipad1 yang 16GB non 3G sekitar 4-5jutaan ya, klo ipad 2 di sekitar 6 jutaan. Hasil pakai ipad ini tulisannya sangat halus banget, dan tidak perku IR-pen, cukup pakai tangan kita <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . <strong>Data ketiga, pakai ipad sudah memungkinkan untuk interactive whiteboard.</strong></p>
<p>Nah, suatu ketika saya mencari di internet, lalu ketemulah beberapa orang Indonesia yang buat paketan Wii-Remote interacttive whiteboard dengan bandrol harga 4,5-4,8juta. Busyeeet. Saya gak akan sebut merk-nya apa saja, silahkan cari sendiri di toko-toko online terkenal. Lalu suatu ketika yang lain, ketika kami ingin mengembangkan usaha dengan membuka kredit laptop dan tablet, ternyata keuntungan bersih rata-rata penjualan laptop hanya sekitar 150rb saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . kalau begitu, jika bikin paketan wii-remotenya saja cuma maksimum 1juta, lalu ada produk yang lebih canggih dan lebih mapan di kisaran 2-5juta, lalu jualan laptop saja untung bersih per laptopnya cuma 150ribu, maka yang jualan paketan wii-remote interactive whiteboard mengambil untung yang gila-gilaan: dari 1 juta ke 4,5 atau 4,8 juta <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  OMG. Kalau harganya mirip, kenapa gak beli i-interactor saja yang max-nya 3 jt ato Onfinity cm2 yg 5 jt sekalian canggih? daripada beli wiiremote yang masih banyak keterbatasannya juga hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, suatu ketika yang lain, saya didatangi seorang dari daerah (kabupaten tententu) yang memiliki akses dan jaringan baik ke sekolah dan dinas pendidikan di kabupaten tersebut. Ia bercerita tentang kebutuhan interactive whiteboard karena memang menarik dan baik untuk diimplementasikan. Untuk awalan, dia bilang dia sudah beli contoh sebanyak 3 buah paketan wii-remote interactive dengan harga per buah 4,5 juta (jadi 13,5 juta cuma buat 3 paket wiimote?ngeriii). Lalu di ajuga bercerita ada sekolah yang minat banget tapi 4,5 juta dirasa kemahalan (emang sih buat kebanyakan sekolah negeri kita, ini realitas), jadi karena ngebet banget akhirnya kredit ke salah satu lembaga kredit sehingga jatuh-jatuhnya harga itu paket wii-remote 7juta. Ya Allah, kenapa gak sekalian aja beli ipad2 udah dapet tuh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ( huhuhu&#8230; Lebih stress lagi ketika saya diinfokan bahwa pembelian-pembelian itu berasal dari anggaran dana BOM dan BOS yang dikucurkan pemerintah untuk sekolah. Beneran nangis deh saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Belum lagi kalau ternyata barang-barang yang telah dibeli mahal itu kemudian tidak terlalu banyak fungsinya karena secara kultural dan skill guru-gurunya masih banyak yang masih belum melek ICT <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ( nangis ganda deh gw..</p>
<p>Rekan-rekan semua yang budiman, dunia pendidikan kita ini butuh banyak pertolongan bukan eksploitasi bisnis. Benar bahwa bisnis sangat boleh di bidang pendidikan, tapi kalau sampai eksplitatif, saya kira itu sudah tidak etis lagi. Silahkan rekan-rekan yang mau membisniskan paketan wiiremote interactive, tapi ambil keuntungannya juga jangan kebangetan dong, ya dijualnya 1,5 juta saja kan sudah untung sangat lumayan tho? mosok sampai 4,5-4,8 juta?? Kami sendiri memang membuat paketan kayak gini juga yang dibandrol 1 juta rupiah dengan keuntungan bersih per paket buat kami 200ribu rupiah, itupun biaya keuntungannya akan dipakai untuk pendanaan gerakan sosial kami gerakan #gurudigital untuk adaptasi kultural dan akselerasi penggunaan dan integrasi ICT bagi guru dan pendidik dalam pembelajaran dan pendidikan secara cuma-cuma alias GRATISSSSSSSS&#8230;dah dulu ah saya mau beraktivitas lagi, mudah2an tulisan ini dapat membantu dan mencerahkan semua tanpa tendensi kebencian untuk menjatuhkan yang sedang berbisnis <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Note: Masih kebayang euy 13,5jt dikeluarin cuma buat beli 3 paketan wiimote interactive <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=134&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/09/11/wiimote-interactive-bisnis-etis-dan-idealisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Twitter Untuk Pembelajaran</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/08/26/strategi-twitter-untuk-pembelajaran/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/08/26/strategi-twitter-untuk-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 23:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Twitter di pakai untuk pembelajaran di kelas? bagaimana mungkin? Jawabannya: sangat mungkin! Berikut ini penjelasan saya yang sudah saya tweet-kan kemarin di twitland, saya rekam ulang dalam bentuk narasi di storify. Langsung saja gan menuju tekape link storify di bawah ini: View &#8220;Twitter Untuk Pembelajaran&#8221; on Storify &#160; Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=125&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Twitter di pakai untuk pembelajaran di kelas? bagaimana mungkin? Jawabannya: sangat mungkin! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Berikut ini penjelasan saya yang sudah saya tweet-kan kemarin di twitland, saya rekam ulang dalam bentuk narasi di storify. Langsung saja gan menuju tekape link storify di bawah ini:</p>
<p><a href="http://storify.com/adionggo/twitter-untuk-pembelajaran" target="_blank">View &#8220;Twitter Untuk Pembelajaran&#8221; on Storify</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=125&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/08/26/strategi-twitter-untuk-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Digitalstorytelling Untuk Pembelajaran</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/08/22/digitalstorytelling-untuk-pembelajaran/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/08/22/digitalstorytelling-untuk-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 00:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala tradisi lisan transfer pengetahuan bertemu dengan situasi digital, muncullah cara baru untuk dikembangkan sebagai metode pembelajaran: Digital Storytelling! Digital storytelling pada dasarnya adalah suatu kegiatan mengkombinasikan narasi cerita dengan konten digital, yang didalamnya termasuk gambar, suara, musik, atau video, sehingga dihasilkan sebuah film singkat yang menarik. Digital storytelling dapat dibuat dalam format instruksional untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=118&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tatkala tradisi lisan transfer pengetahuan bertemu dengan situasi digital, muncullah cara baru untuk dikembangkan sebagai metode pembelajaran: <em>Digital Storytelling</em>!</p>
<p><em>Digital storytelling</em> pada dasarnya adalah suatu kegiatan mengkombinasikan narasi cerita dengan konten digital, yang didalamnya termasuk gambar, suara, musik, atau video, sehingga dihasilkan sebuah film singkat yang menarik. <em>Digital storytelling</em> dapat dibuat dalam format instruksional untuk pengajaran, persuasif, historis, atau sebagai kegiatan reflektif. Banyak ahli pendidikan percaya bahwa <em>digital storytelling</em> dapat diterapkan di berbagai mata pelajaran, dan dapat mengakomodasi berbagai macam gaya belajar siswa.</p>
<p>Pada penerapannya, sebagai contoh di dalam mata pelajaran ilmu-ilmu sosial untuk siswa. Pertama, siswa ditugaskan untuk melakukan riset kecil atau observasi terkait situasi sosial kemasyarakatan yang mereka minati, yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dari suatu bab pembelajaran. Penugasan ini bisa bersifat individual atau kelompok. Penugasan kelompok punya sisi positif untuk meningkatkan kemampuan kerja sama, <em>problem solving</em>, dan saling menghargai perbedaan, yang semuanya itu adalah kompetensi lain yang harus dikembangkan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.</p>
<p>Kedua, setelah siswa mendapatkan data, mereka melaporkannya melalui rangkaian kombinasi narasi yang diucapkan siswa secara verbal dengan konten digital dalam sebuah <em>digital storytelling</em>. Format pelaporan ini akan menjadi lebih sederhana dibandingkan dengan format tata tulis karya ilmiah yang kerap membuat siswa agak malas membuatnya, karena sangat rigid dan formal tata aturan penulisannya. Siswa hanya membutuhkan sedikit keterampilan untuk <em>software</em> pengolah konten digital seperti Photostory atau Movie Maker, ditambah dengan mikrofon untuk pengisian suara.</p>
<p>Ketiga, hasil <em>digital storytelling</em> yang dibuat siswa akan diapresiasi bersama, didiskusikan di dalam kelas, atau bisa juga dikompetisikan di sekolah. Keempat, semua <em>digital storytelling</em> karya siswa dapat kemudian di unggah melalui jejaring sosial di internet untuk saling berbagi, berpartisipasi, berkolaborasi lebih lanjut, mendistribusikan pengetahuan untuk spektrum yang lebih luas.</p>
<p>Untuk pembelajaran bidang ilmu-ilmu sains, bisa dikreasikan misalnya dengan pembuatan <em>digital storytelling</em> untuk praktikum biologi, fisika, atau kimia. Pada tataran ini, guru dapat melihat laporan proses jalannya percobaan yang lebih objektif, dan bisa menyimpulkan apakah siswa sudah melakukannya dengan benar atau tidak, sehingga guru dapat meminimalisir peluang terjadinya manipulasi data yang dilaporkan oleh siswa secara tertulis. Untuk pelajaran bahasa inggris, <em>digital storytelling</em> akan sekaligus mengasah kemampuan berbahasa inggris dengan baik dan benar. Pada intinya, metode <em>digital storytelling</em> dapat dipakai di semua mata pelajaran.</p>
<p>Banyak keuntungan menggunakan metode ini. (1) Memperkaya cara pendekatan lisan yang selama ini kerap dipakai sebagai alat transfer nilai dan norma, (2) Siswa mengekspresikan diri mereka tidak lagi dengan kata-kata tertulis, namun juga dengan suara yang terintegrasi dengan konten digital, membuat rasa memiliki yg baik terhadap karya, juga sebagai representasi diri yang meneguhkan identitas mereka, (3) membuat pembelajaran lebih menarik, lebih menantang, tidak membosankan, dan berpeluang untuk mengasah semangat kompetisi, mengembangkan kreativitias dan inovasi, kebersamaan dalam kelompok, sekaligus bagi guru dapat menjadi tempat untuk memberikan penghargaan yang baik atas karya siswa, (4) memungkinkan diproduksi secara rutin untuk di distribusi dan kemungkinan dikolaborasi lebih lanjut melalui partisipasi melalui media sosial di internet, sekaligus mempercepat tersebarnya konten pengetahuan untuk semua.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=118&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/08/22/digitalstorytelling-untuk-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Numpang Iklan dari Ibu Mertua :)</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/08/13/numpang-iklan-dari-ibu-mertua/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/08/13/numpang-iklan-dari-ibu-mertua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 05:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Sori rekanz, numpang iklan nih dari Ibu mertua, mohon maaf jika gak berkenan: yang pd mau beli kue kering toplesan hayooo&#8230; buatan ibu mertua yg dibantu oleh perempuan2 hebat di rumah Aneka kue kering.. semua orang yang nyoba bilangnya sih enak banget kalau mau nyoba testernya juga boleh, GRATIS! Jenis kue (dari paling atas &#8211;&#62; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=90&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sori rekanz, numpang iklan nih dari Ibu mertua, mohon maaf jika gak berkenan:</p>
<p>yang pd mau beli kue kering toplesan hayooo&#8230; buatan ibu mertua yg dibantu oleh perempuan2 hebat di rumah <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan2.jpg"><img class="size-medium wp-image-91 alignleft" title="iklan2" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Aneka kue kering..<br />
semua orang yang nyoba bilangnya sih enak banget <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  kalau mau nyoba testernya juga boleh, GRATIS!</p>
<p>Jenis kue (dari paling atas &#8211;&gt; searah jarum jam):<br />
putri genit, cherry cookies, choco krunch cookies,sagu keju, nastar, coklat mede, kastengel, putri salju.</p>
<p>harga sama untuk semua jenis kue:<br />
Rp. 40.000,-/toples ukuran 1/2 kg<br />
Pesennya tinggal sms/telpon ke Ibu Adi (Noviani) 0856-215 2748</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="iklan" src="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>dari gambar disamping, ada dua tambahan lagi kuenya: Coklat cetak dan cornflakes cookies <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bisa juga hubungi nomor kontak saya: 08568654949</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=90&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/08/13/numpang-iklan-dari-ibu-mertua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iklan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aong.files.wordpress.com/2011/08/iklan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">iklan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teacherpreneur di Sekolah Swasta</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/08/12/teacherpreneur-di-sekolah-swasta/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/08/12/teacherpreneur-di-sekolah-swasta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 13:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara teacherpreneur, yang mungkin terbetik di dalam pikiran kita -karena ada preneur-preneur nya- adalah sesuatu yang berkaitan dengan guru yang menjadi pengusaha. Agar tidak saya ulang, berikut saya copy-kan tweet sy beberapa waktu lalu tentang teacherpreneur: (1) lg mikir&#38;renung, di amrik sono muncul ide ttg teacherpreneur, naon deui eta?, (2) klo sepintas ada preneur2-nya kira2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=82&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara teacherpreneur, yang mungkin terbetik di dalam pikiran kita -karena ada preneur-preneur nya- adalah sesuatu yang berkaitan dengan guru yang menjadi pengusaha. Agar tidak saya ulang, berikut saya copy-kan tweet sy beberapa waktu lalu tentang teacherpreneur:</p>
<p><em>(1) lg mikir&amp;renung, di amrik sono muncul ide ttg teacherpreneur, naon deui eta?, (2) klo sepintas ada preneur2-nya kira2 bgmn guru jg bisa punya jiwa kewirausahaan yg bs membuat mrk lbh mapan scr pendapatan, (3) tp klo pas baca2, teacherpreneur tdk berfokus pd uang, tp pd leadership, inovasi dan pengembangan diri seorang guru diluar tgs ngajar, (4) mesti dilihat bhwa konsep teacherpreneurship muncul dlm situasi latar guru2 di amrik, bkn di Indonesia <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (5) dimana di amrik dlm sebuah skolah, rata2 dikelola scr profesional dgn tugas org2 yg terlibat di dlmnya sangat spesifik <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (6) inti dr teacherpreneur adlh memperluas role seorang teacher mjd multi-role tdk skadar fokus pd siswa n kelas <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (7) tp ia bs jg sbg writer u/buku sekolah, dosen universitas, ikut dlm aktivits kebijakan publik, curriculum specialist, dst <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (8) dlm konteks amrik, teacherpreneur jd konsep menarik, tp *mnrt sy* dlm konteks indonesia, rasanya jd bkn hal baru <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (9) di Indo, guru yg multi-role ckp bnyk ditemui,hny sj motifny beda, bnyk yg krn motif survival u/kelayakan hidup lbh baik <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (10) lbh baik disini mksdny scr finansial. Jd finansial dl, br isu pngembangan diri.Di amrik,yg lbh dpn pngmbangan diri dulu <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (11) nah,jika mo nerapin konsep teacherpreneur di indo, mesti di redefinisi ulang dan di re-model scr kontekstual qt <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (12) dimna motif pngmbngnd diri + inovasi itu dimotifkn lbh dulu, br finansial mnysul otomatis <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (13) tp ada catatan lain, semua tgs guru yg dirasa krng pnting, hrs dibuang, skolah hrs berani menetapkan prioritas <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (14) sekolah progresif transformatif hrs lbh fleksibel-kritsi dlm penerapan konten yg kerap imperatif dr struktur kekuasaan <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (15) di amrik,yg namany RPP segede tesis kyk di indo brikut sgala analisis jelimetny GAK ADA, lesson plan sngt simpel <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a>, (16) klo skolah brani,dobrak kejelimetan yg kntraproduktif yg bwt guru fiktif u/ brkmabng scr kontentual u/dganti inovasi br <a title="#teacherpreneur" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23teacherpreneur">#teacherpreneur</a>, (17) shg pd akhirny guru bs lbh optimis, brkmabng akseleratif, berdaya guna dan konsep <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a> lbh bs diujiterapkan dgn baik, (18) mnemukn sosok guru yg mngkin dkt dgn konsep <a title="#teacherpreneur" href="http://twitter.com/#%21/search?q=%23teacherpreneur">#teacherpreneur</a> yg sy pahami spt pa agus <a href="http://twitter.com/gurukreatif">@gurukreatif</a> dr bintaro n pak jay dr labschool jkt, (19) qt bth bnyk guru kyk mrk <a href="http://twitter.com/gurukreatif" target="_blank">@gurukreatif</a>, mdh2an gerakan <a href="http://twitter.com/gurudigitaleuy" target="_blank">@gurudigitaleuy</a> bs memulai lngkah kecil itu.tetap semangat! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23teacherpreneur" target="_blank">#teacherpreneur</a></em></p>
<p>Dari penjelasan diatas, saya berfikir bahwa kalau konsep teacherpreneur diterapkan di sekolah dengan mengacu pada kekuatan guru seperti pak agus sampurno sang @gurukreatif, maka setidaknya konsep ini bisa sangat powerful jika dipakai pada sekolah swasta pada khususnya. Mengapa sekolah swasta? pada umumnya sekolah swasta bergantung pada jumlah murid yang masuk. Karena banyak sekolah swasta yang hanya mengandalkan kapital dari input siswa yang masuk, pada akhirnya hal tersebut berpengaruh pada pendapatan guru-gurunya. Pun jika sekolah swasta tersebut katakanlah favorit, pada kenyataannya banyak dari guru sekolah swasta memilih pindah ke sekolah negeri, atau bisa juga meski sekolah swasta tersebut bergengsi namun pendapatan gurunya jika dikomparasi dengan pekerjaan profesional lainnya, akan tergolong kecil. Dengan alasan keterbatasan dan pengketatan finansial, sekolah swasta pada akhirnya juga kurang memiliki kesempatan lebih baik untuk program pengembangan profesional guru-gurunya: sebab, program2 usulan yang banyak masuk ke sekolah dari pihak luar untuk pengembangan guru biaya trainingnya tidak terbilang murah.</p>
<p>Nah sekarang, bagaimana jika kita ekspansikan konsep teacherpreneurship ini dengan situasi umum sekolah swasta tersebut? caranya bagaimana?:</p>
<p>1) Di tahap awal, sekolah/yayasan harus mengeluarkan energi dan biaya untuk melakukan training intensif tentang semua hal yang berkaitan dengan pengembangan profesional guru, khususnya terkait dengan pembelajaran di dalam kelas. Pada titik ini, diharapkan akan lahir guru-guru yang sudah terlatih dan lebih keren dari sebelumnya.</p>
<p>2) Aplikasikan konsep-konsep yang sudah dipelajari di training pada pembelajaran di kelas atau pada kegiatan guru yang berhubungan dengan pendidikan.</p>
<p>3) Guru-guru tersebut kemudian akan sudah memiliki pengalaman yang baik. Mereka sudah mulai mahir. Pada titik ini para guru mesti dipandang sebagai seorang yang ahli/profesional yang siap mentransfer pengetahuan dan pengalamannya kepada guru-guru lainnya atau tatkala mereka harus bicara tentang dunia pendidikan di negara kita.</p>
<p>4) Guru-guru dipacu untuk sharing pengalaman dan pengetahuannya via dunia social media. Lalu Yayasan/sekolah mulai memperbolehkan fleksibilitas terbatas guru-gurunya untuk pengembangan diri lebih luas dengan cara berbagi dengan guru-guru di sekolah lainnya via format-format training yang diduplikasi atau memang dibuat sendiri secara kreatif. Yayasan/sekolah akan berfungsi sebagai semacam &#8216;lembaga training/konsultan pendidikan&#8217; yang SDM guru-gurunya siap untuk bicara tentang segala aspek dunia pendidikan (apalagi hingga masalah teknis dalam pembelajaran).</p>
<p>5) Yayasan/sekolah mencari &#8216;klien&#8217; apabila ada sekolah lain yang membutuhkan training untuk guru-gurunya, atau guru dapat aktif mencari sendiri peluang sekolah-sekolah yang guru-gurunya perlu untuk ditraining. Model lainnya, Yayasan/sekolah dapat mencari sponsor atau kerjasama dengan CSR perusahaan-perusahaan untuk membiayai training-training yang diadakan buat guru.</p>
<p>6) Jika kemudian ada &#8216;klien&#8217; yang perlu untuk ditraining, maka yayasan/sekolah dapat menugaskan guru di sekolahnya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Atau kalau dari gurunya duluan yang dapat &#8216;klien&#8217;, yayasan/sekolah hendaknya mengizinkan guru tersebut untuk berangkat menjadi trainer pendidikan sekalipun itu di luar pulau di seluruh nusantara selama tidak mengganggu jam mengajar di kelas.</p>
<p>7) dari poin 6, maka guru-sekolah/yayasan dapat melakukan profit sharing untuk keuntungan masing2. Selain itu, sekolah swasta tersebut akan dapat keuntungan lebih yaitu: Nama sekolahnya sekaligus makin dikenal banyak kalangan. Guru dapat keuntungan finansial, pengembangan diri dan kepribadian, pengembangan wawasan dan cara pandang (apalagi jika mesti ke berbagai daerah sharing dengan guru2 di berbagai penjuru), pengembangan profesionalitas kerja, dan tentunya peningkatan pendapatan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan juga guru tersebut akan makin mahir dalam pembelajaran pada saat mesti kembali ke sekolahnya. Selain itu, hal ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk studi banding dengan sekolah sekolah lain sehingga ketika banyak guru dari sekolah yang bersangkutan ingin mengembangkan sekolahnya, ide-ide untuk pengembangannya yang lebih konstruktif jadi lebih kaya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Konsep teacherpreneurship ini juga pada akhirnya dapat berefek pada makin percaya dirinya para guru untuk berbicara pada kapasitasnya sebagai guru yang juga merangkap ahli-praktisi pendidikan. Jadi, SUDAH SAATNYA GURU YANG BERBICARA tentang tetek bengek pendidikan di negeri ini agar lebih membumi dengan situasi aslinya di lapangan. Guru harus yakin dan percaya bahwa mereka pun sanggup untuk maju dan bicara banyak tentang dunia pendidikan yang mereka geluti, dan guru harus yakin dan percaya bahwa profesinya bukan sembarangan profesi, suatu profesi yang keren dan tidak kalah dengan profesi-profesi lainnya.</p>
<p>Maju Terus Pendidikan Indonesia!</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=82&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/08/12/teacherpreneur-di-sekolah-swasta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manipulasi Resource Struktur</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/08/01/manipulasi-resource-struktur/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/08/01/manipulasi-resource-struktur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 10:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Jadi berfikir banyak tatkala master unlock mental block mas ismal zeva mengajak saya untuk ikut dalam training hypnoteching untuk para guru se-Sumatera Barat di Bukittinggi beberapa hari lalu. Selain membantu mas ismal, saya disana memberikan pengantar materi tentang penggunaan ICT bagi guru untuk media kedekatan dengan siswa. Mas Ismal banyak berkutat pada konsep-konsep yang berakar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=75&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi berfikir banyak tatkala master unlock mental block mas ismal zeva mengajak saya untuk ikut dalam training hypnoteching untuk para guru se-Sumatera Barat di Bukittinggi beberapa hari lalu. Selain membantu mas ismal, saya disana memberikan pengantar materi tentang penggunaan ICT bagi guru untuk media kedekatan dengan siswa.</p>
<p>Mas Ismal banyak berkutat pada konsep-konsep yang berakar pada Neuro Linguistic Programme (NLP) yg dipadu dengan seni komunikasi yang berujung pada siswa yang ter&#8217;hipnotis&#8217; untuk terus fokus pada guru dan konten pembelajaran yang disampaikan guru. Dalam beberapa hal, sosiologi yg saya pelajari, agaknya bakalan powerful jika dikombinasi dengan konsep-konsep NLP dan penggunaan ICT untuk pembelajaran.</p>
<p>Dalam framework pendidikan abad ke-21, salah satu fokus penting yang ditekankan untuk para guru adalah literasi media, informasi dan ICT skills. Saya menyajikan banyak sekali data-data yang menunjukkan bahwa dunia digital dan social media di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Beberapa diantaranya ialah fakta bahwa pengguna Facebook Indonesia adalah yang terbanyak kedua di dunia setelah amerika serikat. Kemudian Jakarta merupakan salah satu pemposting blog teraktif di dunia. Di Indonesia, 8 dari 10 orang mengakses internet melalui mobile. Dan masih banyak lagi data-data yang menunjukkan bahwa siswa kita hari ini, adalah DIGITAL LERNERS, pembelajar digital&#8230;</p>
<p>Pada titik itulah guru mendapatkan sebuah tantangan baru untuk bisa melek penggunaan ICT dalam pembelajaran dan pendidikan, atau jika tidak, kemampuan siswa akan jauh melampaui gurunya. Semangat itu selaras dengan salah satu framework pembelajaran abad 21 dimana guru harus punya kemampuan adaptabilitas dan fleksibilitas yang tinggi terhadap perubahan. Guru harus terus menjadi seorang pembelajar.</p>
<p>Pada struktur dunia rata di jagad mayantara, tentunya akan mengakibatkan siswa juga mengalami perubahan behavior yang tidak seperti halnya di dunia nyata. Perubahan ini harus disikapi secara arif bijaksana sebagai suatu hal yang lumrah dan bukan untuk ditindak secara defensif. Guru dihadapkan pada tantangan lain untuk memahami karakteristik dunia virtual untuk dapat mengadaptasikan diri dengan perubahan yang cepat.</p>
<p>Dalam struktur rata itu, guru yang terbiasa stratifikatif akan dimungkinkan mengalami cultural shock. Posisi yang saling egaliter ini pada gilirannya juga menggeser paradigma guru-murid sebagai sama-sama pembelajar dan saling belajar, dan keduanya bisa berperan saling terbalik.  Bagi sebagian siswa, situasi yang egaliter itu termanifestasikan dalam simbol simbol struktur lain seperti struktur verbal linguistik. Strateginya, penggunaan struktur bahasa verbal ke siswa dapat bergeser menjadi lebih egaliter untuk menjangkar emosi siswa, misalnya pengubahan kata ganti Bapak atau ibu menjadi saya atau aku. Guru juga ditantang untuk memanipulasi, memodifikasi, dan mengelola resource struktur sosial dan informasi untuk menyamakan &#8216;frekuensi&#8217; dengan siswa yang diajar.</p>
<p>Bahasa psikologisnya, guru menyamakan &#8216;frekuensi&#8217; siswa untuk pada akhirnya menghipnotis siswa sehingga fokus terhadap guru dan konten pembelajaran yang ditransmisikan atau di diskusikan. Secara sosiologis, memanipulasi struktur dapat misalnya dengan penggunaan maksimal ICT untuk pembelajaran. Guru yang terbiasa bicara hanya dengan salah satu jenis intonasi kinestesik, akan terbantu dengan komplemen audio atau multimedia guna memfasilitasi para pendengar yang memiliki tipe belajar auditori dan visual. Guru bisa juga membuat digital storytelling di awal/akhir proses pembelajaran untuk menginspirasi atau memotivasi siswa, atau bahkan bisa langsung connect ke konten pembelajaran (sebagai penghubung yang terhubung). Guru juga bisa menggunakan social media untuk &#8216;membongkar&#8217; dinamika siswa sehingga relasi emosi guru-siswa sangat kuat.</p>
<p>Ayo rekan guru Indonesia, kita intensifkan percepatan dan adaptasi kultural penggunaan ICT utk pembelajaran, sekaligus untuk meminimalkan digital divide untuk skill IT bagi para guru. Transformasi untuk kemajuan pendidikan! Maju terus pendidikan Indonesia..</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=75&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/08/01/manipulasi-resource-struktur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Karakteristik Dunia Online</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/07/18/tentang-karakteristik-dunia-online/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/07/18/tentang-karakteristik-dunia-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa gan, bacanya dari paling bawah ke atas, jangan sebaliknya.. selamat membaca &#160; (20) udah dulu ah, mo ngerjain yg lain ngabisin bnyk waktu dlm pesona twitter apakah jg &#8216;trjebak dlm hiperrealitas&#8217; yg semu? hihihi (19) jika rakyatnya ga sadar tlh terjebak dlm hiperrealitas online itu, ia tlh terkena hegemoni kekuatan media online yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=73&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa gan, bacanya dari paling bawah ke atas, jangan sebaliknya.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  selamat membaca</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(20) udah dulu ah, mo ngerjain yg lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ngabisin bnyk waktu dlm pesona twitter apakah jg &#8216;trjebak dlm hiperrealitas&#8217; yg semu? hihihi</p>
<p>(19) jika rakyatnya ga sadar tlh terjebak dlm hiperrealitas online itu, ia tlh terkena hegemoni kekuatan media online yg luar biasa!</p>
<p>(18) hehe mngkin jd pertarungan &#8216;penjebakan massif&#8217; rakyat dlm wacana yg silih bergulir *yg kuat dia yg menang*</p>
<p>(17) mo bener mo salah,jika kepala suku online bilang A,serentak hmpir semua pengikutny membebek buta. apa bedanya?feodalisme gaya br-kah?</p>
<p>(16) klo cm ngasal ikut kepala suku, maka trjadi figuritas br yg ga kalah dahsyatnya dgn dunia offline..</p>
<p>(15) tantangan buat audience online: hrs selektif dlm memfilter informasi.Jejak2 komen yg dibuat org bnyk, blm tentu bermotif semuanya..</p>
<p>(14) buat org2 kyk sy, itu berarti semua lokus sama pentingnya,yg jd pejabat klo merasa sok paling pnting ato paling berkuasa,ke laut aja lu</p>
<p>(13) bs dilihat bhwa gvernment hrs dpandang sbg entitas sndiri yg brnegosiasi dg entitas2 yg lain, jd asumsiny *sy lbh suka*tdk stratifikatif</p>
<p>(12) government di dunia online krng trasa efek strukturny (tajinya) drpd lokus2 suku online lain yg brmain.mrk setara dlm sirkuit informasi</p>
<p>(11) hmm, kemunculan dunia online relasi kuasanya jd lbh gede thd hal lain, berarti dunia online hrs dipndng sbg suatu yg strategis</p>
<p>(10) kok media konvensional mau utk &#8216;terpengaruh&#8217; dr dunia online lalu mengamplifikasi scr massif utk rakyat?</p>
<p>(9) klo diitung2 kuantitas, utk indonesia, total pengguna internet br sktr 10% dr penduduk, akan lbh kecil lg yg aktif di dlamnya..</p>
<p>(8) endingnya kuat2an, kpala suku bilang A, kontra dgn kepala suku B,maka keributan di para pengikut2 setianya yg udah pny ideologiny sndr2</p>
<p>(7) pertarungan wacana trkadng jd tdk fair krn audience blm tentu pnya akses utk tahu komen2/argumen yg diblok oleh seseorang&#8230;</p>
<p>(6) lokus2 suku online di dunia online akan makin kokoh batas2ny krn kontrol utama ada di individu masing2 yg bs memblock yg dia mau</p>
<p>(5) brpotensi menggiring opini massa atau bhkan melatahkan media massa offline utk mengambil sumber darinya..</p>
<p>(4) krn demografi dunia online indo didominasi o/ klngan kelas menegah trdidik perkotaan, maka &#8216;suku online&#8217; ini akan brpotensi kuat</p>
<p>(3) jika kotak2 dlm offline trsebar pd geografis yg berbeda, di dunia online, kotak2 itu menguat dalam lokus-lokus &#8216;suku online&#8217; baru..</p>
<p>(2) jika dicermati, meski dunia online nampak blur dan cair, namun sesungguhnya memunculkan kotak2 baru yg lbh masif</p>
<p>(1) dunia online scr kultural egaliter, secara struktural terstratifikasi. Konten dan kontinuitas jd 2 kata kunci..</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=73&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/07/18/tentang-karakteristik-dunia-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Struktur Rata Kaitan Sekolah</title>
		<link>http://aong.wordpress.com/2011/07/15/struktur-rata-kaitan-sekolah/</link>
		<comments>http://aong.wordpress.com/2011/07/15/struktur-rata-kaitan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 03:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adionggo102</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aong.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[riwayat nge-tweet pagi  ini pake twitter, bacanya DARI BAWAH ke ATAS ya.. #pertanyaan lanjutan: struktur-nilai-norma sekolah adaptasi ke online atau sebaliknya atau dikotomis atau dikompromi jd konvensi baru? #guru skaligus sbagai siswa dan siswa skaligus sebagai guru,fungsi relasiny adlah fasilitator,fungsi prsahabatan abadi dlm dunia brbagi ilmu  #di dunia struktur rata, struktur guru-siswa hendaknya jg berubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=70&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>riwayat nge-tweet pagi  ini pake twitter, bacanya DARI BAWAH ke ATAS ya..</p>
<p>#pertanyaan lanjutan: struktur-nilai-norma sekolah adaptasi ke online atau sebaliknya atau dikotomis atau dikompromi jd konvensi baru?</p>
<p>#guru skaligus sbagai siswa dan siswa skaligus sebagai guru,fungsi relasiny adlah fasilitator,fungsi prsahabatan abadi dlm dunia brbagi ilmu</p>
<p> #di dunia struktur rata, struktur guru-siswa hendaknya jg berubah format, mrk hrs lbh egaliter: sesama pembeljar yg saling belajar</p>
<p> #di sekolah berjilbab rapi di online buka-bukaan, klo mrk online dr skolah dan berkicau yg dianggap mlnggar aturan sklah, hak skolah apa?</p>
<p> #apakah kmudian tata aturan skolah bs mengikat ruang-struktur lain yg dikerjakan siswa (online)? siswa mengalami gegar kultural yg ekstrim <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p> #trlebih jika siswa mlakukan aktivitas online-ny di sekolah:mrk brada pd dua ruang-struktur brbeda sekaligus dgn 2 tata nilai yg ekstrim beda</p>
<p> #misal pd sekolah2 islam yg strict/khas tata nilai normany di skolah, jg sekaligus bingung melihat disaat yg sama siswany melanggar di online</p>
<p> #batas struktur offline-online berikut tata nilai norma-ny mjadi blur pd saat sekolah dhadapkan pd situasi simultan para siswa online dr sklh</p>
<p> #Struktur rata di dunia online akan membawa perubahan behavior orang2 yg berkelindan setara di dalamnya, para guru hrs bs adaptasi dgn ini</p>
<p> #&#8217;suku2&#8242; yg terbentuk terbangun pula perangkat kultural lainnya, nilai n normanya, n kerap spt memfigurkan sang &#8216;kepala suku&#8217;, ia berpengikut</p>
<p> #dalam dunia yg rata secara struktural egaliter, namun pada hakikatnya secara kultural terstratifikasi, lbh jauh membentuk &#8216;suku&#8217; sendiri</p>
<p> #konten mnjadi acuan baru &#8216;stratifikasi dunia rata&#8217; tp jg blum tentu konten yg berkonten,lebih pd konten yg konsisten dgn frekuensi yg teratur</p>
<p> #dalam dunia online, struktur sosial mengalami perubahan, dari konvensional-hirarkies menjadi egaliter. tdk lg struktur kaya, ganteng, jabatan</p>
<br />Filed under: <a href='http://aong.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aong.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aong.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aong.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aong.wordpress.com&amp;blog=5235054&amp;post=70&amp;subd=aong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aong.wordpress.com/2011/07/15/struktur-rata-kaitan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a562825db44c962d2c247fbdbf21c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adionggo102</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
