adi onggoboyo’s note

Archive for June 2011

Iseng-iseng searching nama saya sendiri di google, yang keluar mayoritas mengutip hasil ‘riset’ saya tentang blog tahun 2004 silam. Barangkali ini adalah salah satu kekuatan sekaligus kelemahan dari informasi yang beredar di internet: ia beredar dengan cepat namun verifikasi kesahihannya sebetulnya masih dipertanyakan. Saya justru hanya ingin klarifikasi, bahwa apa yang saya lakukan 7 tahun silam itu sesungguhnya hanya survey sederhana tentang pengguna blog Indonesia yang masih sangat jauh untuk dikatakan ilmiah. Jadi tidaklah benar bahwa itu adalah hasil penelitian yang sudah oke. Bahwa hasil tersebut kemudian sempat menang pada ajang pemilihan peneliti remaja indonesia tahun itu, bukan lantas berarti penelitian itu memang baik. Catatan pentingnya adalah ajang itu di level usia mahasiswa yang dengan demikian juga tingkatan berfikirnya masih newbie.   Saya sendiri kalau sekarang baca lagi hasil-hasilnya jadi suka mentertawakan diri sendiri karena memang mulai dari proses hingga hasilnya masih acakadut, walau memang sedikitnya bisa menggambarkan situasi ‘kulit’ secara umum pengguna blog di saat itu (bukan sekarang lho!). Jadi studi tersebut tidak dimaksudkan dalam bentuk analisis yang mendalam, namun hanya merupakan petunjuk awal guna pijakan penelitian lanjutan terkait dengan dunia blog, khususnya di Indonesia saat itu.

Terlebih waktu zaman itu saya masih mahasiswa, yang sedang euforia semangat untuk menelaah hal-hal yang menarik tapi sesungguhnya landasan dan kajian mendalamnya masih jauh dari yang seharusnya hehe. Nah, pas waktu euforia seorang newbie itu, terlebih pas setelah menang peneliti remaja, semangat sharing risetnya ke orang lain jadi sangat tinggi, jadilah sebagian kontennya di share ke kawan-kawan via internet, sebagian orang dikirim versi lengkapnya (yang simpel dan kacrut itu! hehe). Tapi ternyata kalau melihat kutipan orang-orang tentang survey sederhana itu, entah darimana asalnya, tau-tau ada yang menyebut ‘seorang ahli blog’, atau ‘peneliti blog’ atau atribut lainnya hingga kesannya ini penelitian benar-benar ilmiah hihihihi, padahal -sekali lagi- hanya berbentuk riset survey sederhana untuk petunjuk awal saja. Ini yang justru menarik dicermati, bagaimana dunia interaksi ruang maya juga punya potensi besar mengkontruksi distorsi-distorsi yang kemudian ditransfer-komunikasikan ke orang lain secara global. Pada titik inilah, saya belajar bahwa kajian ilmiah yang mengambil sumber dari internet yang tidak lengkap dan jelas asal-usulnya, atau ketidakjelasan akan suatu tata syarat dan ketentuan tertentu, maka akan berhadapan dengan tantangan kesahihan kontennya. Paling aman memang mengambil sumber-sumber kajiannya dari situs-situs penyedia jurnal hasil riset yang terpercaya 🙂

Lalu tiap orang mengalami proses kehidupannya masing-masing, dan tentunya saya selalu mencoba melihat spion sejarah masa lalu saya untuk refleksi ke depan bergerak ke arah yang lebih baik. Selepas menamatkan kuliah pascasarjana beberapa tahun silam, saya sudah tidak mengamati lagi dinamika blog atau social media terkini. Wilayah kerja saya bergeser ke bidang praktis di dunia pendidikan sebagai guru sekolah, dan sekarang membangun yayasan bersama kawan-kawan untuk bergerak di bidang pendidikan. Jadi, kalau mau bertanya tentang masalah blog, social media, atau sejenisnya, tanyakanlah pada ahli yang menekuni atau praktisi di bidang itu. Saya hanya seorang guru sekolah biasa 🙂

Advertisements

Keniscayaan perubahan dapat bersifat cepat atau lambat. Andai serpih-serpih dalam kehidupan kita tidak berjalan dalam rangkai-rangkai yang ekstrim atau tidak dipicu dalam dinamika yang penuh energi, maka kecenderungan perubahan yang melambat akan terjadi. Tatkala horizon waktu merambat menghabisi usia, dalam suatu ketaksadaran yang perlahan tapi pasti, rasa akan stagnasi kehidupan dimungkinkan terjadi. Di saat tiba-tiba diri berfikir bahwa pikiran tidak seenergik pada kutipan masa lalu untuk berfikir keras tentang hakikat kehidupan dan rasa penasaran yang tinggi pada ilmu pengetahuan, maka dititik itu stagnasi akan pikiran mulai terasa. Bahwa larut dalam sebuah dinamika struktur baru di ruang-ruang kerja yang begitu monoton, penuh formalisasi administratif, relasi antar struktur yang penuh multimuka multitafsir, ditambah dengan intrik-intrik tak elok di lingkup kecil: Semula sadar lalu biasa hingga ketidaksadaran menghinggap dan membuat pada suatu titik stagnasi.

Lebih celaka tatkala mengkontemplasikan situasi lebih dalam lagi bahwa stagnasi pikiran itupun bergerak sejalan dengan perilaku dan cara bergerak. Akselerasi positif untuk peningkatan perilaku yang lebih matang, dinamika gerak yang lebih bergairah, menjadi ikut-ikutan tumpul: mereka dikendalikan oleh pikiran.

Baiklah, benar bahwa bahwa yang dianggap kecil tidaklah kemudian tidak berarti dan yang nampak lebih strategis adalah langkah besar: tapi semua langkah yg dipilih-selama dalam rangka ketundukan ibadah kepadaNya dgn memurnikan keikhlasan- adalah langkah-langkah besar. Tapi kemudian, ketika diri mengobservasi dirinya sendiri untuk mengoptimalisasi pilihan-pilihan takdirnya, tidak selamanya langkah-langkah kecil yang ikhlas akan cukup bagi orang-orang yang punya kapasitas melakukan langkah-langkah strategis yang ikhlas. Meski dua-duanya dibalut keihkhlasan, pertanyaan yang kerap menggelayut itu ialah: jika dirimu diberi potensi yang lebih besar untuk melakukan kerja dalam sekup membawa maslahat pada situasi yang lebih luas, tapi dirimu melakakukan kerja di lingkup kecil, bagaimanakah selisihnya itu? apakah bakal dimintai pertanggungjawaban sebagai semacam kesalahan?

Inilah saatnya bangkit lagi dalam bangunan kesadaran baru yang akan mewujudkan cita-cita mulia itu!

Pernah pakai Wii Remote buat bermain Wii Nintendo? Ternyata, selain untuk bermain games, wii remote (wiimote) ini banyak manfaatnya. Johny Chung Lee dari Carnegie Mellon University telah dengan sangat kreatif dan inovatif memberikan beberapa alternatif penggunaan wiimote ini untuk kegunaan lain. Selengkapnya dapat dilihat pada situsnya http://johnnylee.net/projects/wii/.

Saya sendiri sebagai seorang pendidik, guru di sekolah menengah atas, mencoba salah satu proyek yang diusulkan oleh Johny Lee ini, dan hasilnya ternyata luar biasa. Dengan wiimote interactive ini, nantinya memungkinkan kita untuk bisa mengajar di kelas menjadi lebih menarik, interaktif, dan tentunya bis alebih efektif-efisien.

Berikut ini video percobaan wiimote interactive yang saya lakukan di SD-SMP Muhamamdiyah 7 Antapani Bandung. Just watch my video, here is the link:


Blog Stats

  • 11,651 hits

Pages

Twitter Updates