adi onggoboyo’s note

Archive for July 2011

Seperti biasa gan, bacanya dari paling bawah ke atas, jangan sebaliknya.. 🙂 selamat membaca

 

(20) udah dulu ah, mo ngerjain yg lain 😀 ngabisin bnyk waktu dlm pesona twitter apakah jg ‘trjebak dlm hiperrealitas’ yg semu? hihihi

(19) jika rakyatnya ga sadar tlh terjebak dlm hiperrealitas online itu, ia tlh terkena hegemoni kekuatan media online yg luar biasa!

(18) hehe mngkin jd pertarungan ‘penjebakan massif’ rakyat dlm wacana yg silih bergulir *yg kuat dia yg menang*

(17) mo bener mo salah,jika kepala suku online bilang A,serentak hmpir semua pengikutny membebek buta. apa bedanya?feodalisme gaya br-kah?

(16) klo cm ngasal ikut kepala suku, maka trjadi figuritas br yg ga kalah dahsyatnya dgn dunia offline..

(15) tantangan buat audience online: hrs selektif dlm memfilter informasi.Jejak2 komen yg dibuat org bnyk, blm tentu bermotif semuanya..

(14) buat org2 kyk sy, itu berarti semua lokus sama pentingnya,yg jd pejabat klo merasa sok paling pnting ato paling berkuasa,ke laut aja lu

(13) bs dilihat bhwa gvernment hrs dpandang sbg entitas sndiri yg brnegosiasi dg entitas2 yg lain, jd asumsiny *sy lbh suka*tdk stratifikatif

(12) government di dunia online krng trasa efek strukturny (tajinya) drpd lokus2 suku online lain yg brmain.mrk setara dlm sirkuit informasi

(11) hmm, kemunculan dunia online relasi kuasanya jd lbh gede thd hal lain, berarti dunia online hrs dipndng sbg suatu yg strategis

(10) kok media konvensional mau utk ‘terpengaruh’ dr dunia online lalu mengamplifikasi scr massif utk rakyat?

(9) klo diitung2 kuantitas, utk indonesia, total pengguna internet br sktr 10% dr penduduk, akan lbh kecil lg yg aktif di dlamnya..

(8) endingnya kuat2an, kpala suku bilang A, kontra dgn kepala suku B,maka keributan di para pengikut2 setianya yg udah pny ideologiny sndr2

(7) pertarungan wacana trkadng jd tdk fair krn audience blm tentu pnya akses utk tahu komen2/argumen yg diblok oleh seseorang…

(6) lokus2 suku online di dunia online akan makin kokoh batas2ny krn kontrol utama ada di individu masing2 yg bs memblock yg dia mau

(5) brpotensi menggiring opini massa atau bhkan melatahkan media massa offline utk mengambil sumber darinya..

(4) krn demografi dunia online indo didominasi o/ klngan kelas menegah trdidik perkotaan, maka ‘suku online’ ini akan brpotensi kuat

(3) jika kotak2 dlm offline trsebar pd geografis yg berbeda, di dunia online, kotak2 itu menguat dalam lokus-lokus ‘suku online’ baru..

(2) jika dicermati, meski dunia online nampak blur dan cair, namun sesungguhnya memunculkan kotak2 baru yg lbh masif

(1) dunia online scr kultural egaliter, secara struktural terstratifikasi. Konten dan kontinuitas jd 2 kata kunci..

 

Advertisements

riwayat nge-tweet pagi  ini pake twitter, bacanya DARI BAWAH ke ATAS ya..

#pertanyaan lanjutan: struktur-nilai-norma sekolah adaptasi ke online atau sebaliknya atau dikotomis atau dikompromi jd konvensi baru?

#guru skaligus sbagai siswa dan siswa skaligus sebagai guru,fungsi relasiny adlah fasilitator,fungsi prsahabatan abadi dlm dunia brbagi ilmu

 #di dunia struktur rata, struktur guru-siswa hendaknya jg berubah format, mrk hrs lbh egaliter: sesama pembeljar yg saling belajar

 #di sekolah berjilbab rapi di online buka-bukaan, klo mrk online dr skolah dan berkicau yg dianggap mlnggar aturan sklah, hak skolah apa?

 #apakah kmudian tata aturan skolah bs mengikat ruang-struktur lain yg dikerjakan siswa (online)? siswa mengalami gegar kultural yg ekstrim 😀

 #trlebih jika siswa mlakukan aktivitas online-ny di sekolah:mrk brada pd dua ruang-struktur brbeda sekaligus dgn 2 tata nilai yg ekstrim beda

 #misal pd sekolah2 islam yg strict/khas tata nilai normany di skolah, jg sekaligus bingung melihat disaat yg sama siswany melanggar di online

 #batas struktur offline-online berikut tata nilai norma-ny mjadi blur pd saat sekolah dhadapkan pd situasi simultan para siswa online dr sklh

 #Struktur rata di dunia online akan membawa perubahan behavior orang2 yg berkelindan setara di dalamnya, para guru hrs bs adaptasi dgn ini

 #’suku2′ yg terbentuk terbangun pula perangkat kultural lainnya, nilai n normanya, n kerap spt memfigurkan sang ‘kepala suku’, ia berpengikut

 #dalam dunia yg rata secara struktural egaliter, namun pada hakikatnya secara kultural terstratifikasi, lbh jauh membentuk ‘suku’ sendiri

 #konten mnjadi acuan baru ‘stratifikasi dunia rata’ tp jg blum tentu konten yg berkonten,lebih pd konten yg konsisten dgn frekuensi yg teratur

 #dalam dunia online, struktur sosial mengalami perubahan, dari konvensional-hirarkies menjadi egaliter. tdk lg struktur kaya, ganteng, jabatan


Blog Stats

  • 11,651 hits

Pages

Twitter Updates