adi onggoboyo’s note

Manipulasi Resource Struktur

Posted on: August 1, 2011

Jadi berfikir banyak tatkala master unlock mental block mas ismal zeva mengajak saya untuk ikut dalam training hypnoteching untuk para guru se-Sumatera Barat di Bukittinggi beberapa hari lalu. Selain membantu mas ismal, saya disana memberikan pengantar materi tentang penggunaan ICT bagi guru untuk media kedekatan dengan siswa.

Mas Ismal banyak berkutat pada konsep-konsep yang berakar pada Neuro Linguistic Programme (NLP) yg dipadu dengan seni komunikasi yang berujung pada siswa yang ter’hipnotis’ untuk terus fokus pada guru dan konten pembelajaran yang disampaikan guru. Dalam beberapa hal, sosiologi yg saya pelajari, agaknya bakalan powerful jika dikombinasi dengan konsep-konsep NLP dan penggunaan ICT untuk pembelajaran.

Dalam framework pendidikan abad ke-21, salah satu fokus penting yang ditekankan untuk para guru adalah literasi media, informasi dan ICT skills. Saya menyajikan banyak sekali data-data yang menunjukkan bahwa dunia digital dan social media di Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Beberapa diantaranya ialah fakta bahwa pengguna Facebook Indonesia adalah yang terbanyak kedua di dunia setelah amerika serikat. Kemudian Jakarta merupakan salah satu pemposting blog teraktif di dunia. Di Indonesia, 8 dari 10 orang mengakses internet melalui mobile. Dan masih banyak lagi data-data yang menunjukkan bahwa siswa kita hari ini, adalah DIGITAL LERNERS, pembelajar digital…

Pada titik itulah guru mendapatkan sebuah tantangan baru untuk bisa melek penggunaan ICT dalam pembelajaran dan pendidikan, atau jika tidak, kemampuan siswa akan jauh melampaui gurunya. Semangat itu selaras dengan salah satu framework pembelajaran abad 21 dimana guru harus punya kemampuan adaptabilitas dan fleksibilitas yang tinggi terhadap perubahan. Guru harus terus menjadi seorang pembelajar.

Pada struktur dunia rata di jagad mayantara, tentunya akan mengakibatkan siswa juga mengalami perubahan behavior yang tidak seperti halnya di dunia nyata. Perubahan ini harus disikapi secara arif bijaksana sebagai suatu hal yang lumrah dan bukan untuk ditindak secara defensif. Guru dihadapkan pada tantangan lain untuk memahami karakteristik dunia virtual untuk dapat mengadaptasikan diri dengan perubahan yang cepat.

Dalam struktur rata itu, guru yang terbiasa stratifikatif akan dimungkinkan mengalami cultural shock. Posisi yang saling egaliter ini pada gilirannya juga menggeser paradigma guru-murid sebagai sama-sama pembelajar dan saling belajar, dan keduanya bisa berperan saling terbalik.  Bagi sebagian siswa, situasi yang egaliter itu termanifestasikan dalam simbol simbol struktur lain seperti struktur verbal linguistik. Strateginya, penggunaan struktur bahasa verbal ke siswa dapat bergeser menjadi lebih egaliter untuk menjangkar emosi siswa, misalnya pengubahan kata ganti Bapak atau ibu menjadi saya atau aku. Guru juga ditantang untuk memanipulasi, memodifikasi, dan mengelola resource struktur sosial dan informasi untuk menyamakan ‘frekuensi’ dengan siswa yang diajar.

Bahasa psikologisnya, guru menyamakan ‘frekuensi’ siswa untuk pada akhirnya menghipnotis siswa sehingga fokus terhadap guru dan konten pembelajaran yang ditransmisikan atau di diskusikan. Secara sosiologis, memanipulasi struktur dapat misalnya dengan penggunaan maksimal ICT untuk pembelajaran. Guru yang terbiasa bicara hanya dengan salah satu jenis intonasi kinestesik, akan terbantu dengan komplemen audio atau multimedia guna memfasilitasi para pendengar yang memiliki tipe belajar auditori dan visual. Guru bisa juga membuat digital storytelling di awal/akhir proses pembelajaran untuk menginspirasi atau memotivasi siswa, atau bahkan bisa langsung connect ke konten pembelajaran (sebagai penghubung yang terhubung). Guru juga bisa menggunakan social media untuk ‘membongkar’ dinamika siswa sehingga relasi emosi guru-siswa sangat kuat.

Ayo rekan guru Indonesia, kita intensifkan percepatan dan adaptasi kultural penggunaan ICT utk pembelajaran, sekaligus untuk meminimalkan digital divide untuk skill IT bagi para guru. Transformasi untuk kemajuan pendidikan! Maju terus pendidikan Indonesia..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 11,599 hits

Pages

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: