adi onggoboyo’s note

Fair Gak Ya? hehe

Posted on: September 24, 2011

Gara-gara BSM-Care buka pendaftaran buat program CSR yg kemudian bisa dipilih publik, saya dan rekan2 di gerakan #gurudigital jd antusias mengamati pergerakan perolehan suara vote-nya, baik like FB, tweet, jempol, dan komentar. Awalnya kami merangkak dari posisi bawah hingga kemudian masuk ke nomor 1, namun dalam beberapa hari belakangan ini ada sedikit yang ‘mengganggu’ :D. Salah satu program yang diajukan kawan lain dari bekasi  dgn judul Kewirausahaan Bersama tadi malam jam 12 sy tengok masih di 4400-an, tiba-tiba jam 7 pagi saya periksa sudah 6000-an, 1600-an like FB dalam 6 jam. Tidak apa-apa sih. Siapa tau mereka punya metode tertentu yang memungkinkan bisa cepat. Tapi itu membuat kami penasaran, metode apa yang dipakai bisa secepat itu? hehe.. disisi lain, kami perhatikan, vote twitternya juga melesat dgn cepat.

Okelah kita buka-bukaan, kalau kami vote FB-nya bisa 5000-an karena memang kami punya ‘pasukan’. Artinya, di lingkaran dekat kami saja sudah banyak yang siap untuk menyebarkan link ke jaringannya, dan kami kerjakan satu-persatu dengan mentautkannya ke jejaring Friends kami (bukan spam kan?) . So simple. Lingkaran dekat: rekan kantor, keluarga, dan teman-teman dekat yang mendukung gerakan #gurudigital dan siap berbagi tautan ke seluruh jejaringnya. Cadangannya cukup banyak. Belum lagi kalau ditambah jejaring #gurudigital yang walaupun belum banyak, tetapi misalnya begini: di SD RSBI-SMP Muhammadiyah 7 saja ada 80 guru yang ikutan workshop #gurudigital. Jika mereka diminta menyebarkan setidaknya ke 20 orang jejaring temannya, berarti sudah 1600 kan?? belum lagi di tambah dari sekolah lain tempat kami adakan workshop 🙂  Okelah kalau masalah fesbuk saya anggap no problemo.

Nah, utk twitter, kami hanya gunakan 4 akun: 2 akun pribadi dari 2 orang yang berbeda ( @adionggo dan @kafey ) dan 2 akun gerakan (@gurudigitaleuy milik gerakan #gurudigital dan @medresalabs produk pengembangan dr saklik yg mendukung gerakan #gurudigital) untuk menjejaringkan ke tweeps yang lain…. Nah, sekarang masalah muncul ketika kawan-kawan dari Kewirausahaan Bersama melakukan mobilisasi tweetnya dgn prinsip ‘dari kami, oleh kami, untuk kami’ nah lho kok bisa? gimana sih emangnya?

Ternyata begini caranya: mereka membuat puluhan akun twitter, lalu mereka saling me-mention antar akun 😀 (pinter juga nih, tp masalahnya boleh gak kayak gini? kalo boleh sama panitianya, gw juga mau dong 😀 biar jadi fair 🙂

mari kita lihat gambar per gambar:

dari gambar disamping kami klik angka di sebelah icon tweet, lalu muncul list sebagai berikut:

dari gambar diatas dapat dilihat akun @kewirausahaan12 me-mention akun @kewirausahaan11, @kewirausahaan10, dan @kewirausahaan9, kalau di scroll ke bawah ya masih @kewirausahaan(ke-X) hehehe. Lalu kami cek followernya :

yang rata-rata followernya dari belasan hingga puluhan per tiap akun, yang mana saling memfollow satu sama lain. Kalaupun ada yang diluar itu, mereka memfollow media massa atau akun yang dianggap mempublik (tapi bukan perorangan). Berikut ini gambar followernya:

Ini yang mungkin menjelaskan mengapa pada klik jempol dan komennya jadi sedikit (disparitasnya anomali dibandingkan dengan peserta dibawahnya). Mari kita simak gambar berikut:

kejomplangan dengan angka FB dan Twitternya relatif terhadap peserta lain di bawahnya, dimungkinkan karena mereka sedang fokus membombardir di FB dan twitter pada komputer yang sama. Kefokusan itu tidak mungkin bisa dibarengi klik jempol karena klik jempol hanya bisa diklik dari komputer yang berbeda. Secara statistik dengan mengkomparasi dengan angka2 hasil klik jempol di bawahnya, semestinya angka klik jempolnya lebih bergerak naik ke rata-rata kenormalan jumlah klik jempol, misalnya dikisaran 60-an keatas. Kalau komentar memang bisa komentar berkali-kali, namun karenafokusnya di FB dan twitter, mungkin mereka lupa bombardir komentar juga hehehe.. secara statistik, semestinya komentarnya tidak sejumlah 13 dengan melihat kaitannya dengan klik FB dan twitter, namun jauh lebih banyak dari itu.

Nah, Balik ke pertanyaan awal. Hal kayak diatas BOLEH atau TIDAK?? gimana nih panita dari BSM-Care nya? kalau memang boleh dilakukan, kami siap lakukan agar sama-sama Fair. Tapi kalau TIDAK BOLEH, ya kami akan komitmen terhadap aturan yang ditetapkan… Bagaimana menurut teman-teman? 🙂

Advertisements

4 Responses to "Fair Gak Ya? hehe"

kalo ga boleh ya ga fair pa, ^^

Kalo kami sih… memang niat awalnya sosial, ada kesempatan pendanaan dari BSM Care, kami coba, semaksimal kami… lewat lingkaran2 terdekat kami….
Kami bersyukur kalo memang bisa dapat pendanaan dari BSM, kalo ngga dapet, kami tetep bekerja ko…
Mengenai trik2 untuk memperbanyak like n tweet, yaa tergantung penilaian BSM sendiri ya… apa tujuan utama mereka ngadain BSM care lewat metode kaya’ gini… dan bagaimana penilaiannya itu dah menjadi hak mutlak mereka…
yang penting buat kami… berusaha… tetep bekerja untuk bekasi… Indonesia…

setuju pak 🙂 apapun hasilnya, kami juga tetap insya Allah akan terus bergerak dan beramal di ladang yg kami tekuni 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 11,568 hits

Pages

Twitter Updates

%d bloggers like this: