adi onggoboyo’s note

Mencermati Kecurangan

Posted on: September 27, 2011

Setelah berkomunikasi personal panjang lebar via messej FB dengan Nurochman bin Tjaslan, salah satu pengusul program Kewirausahaan Bersama yang diajukan untuk BSM-Care. Pada saat komunikasi tersebut, semua status di FB dan twitter saya yang dianggap menuduh curang tim mereka, saya hapus semuanya untuk menetralisir suasana terlebih dahulu. Akan tetapi, saya dan tim merasa tidak menemukan penjelasan dan klarifikasi yang memadai dari beliau. Meski pak Nurochman sudah bilang sumpah Demi Allah tidak curang dan sama sekali tidak mengetahui perihal keanehan yang kami tanyakan, tapi yang kami inginkan itu *sekali lagi* adalah ajakan bermain fair, dengan catatan, kami ingin meminta klarifikasi teknis dari keanehan yg tim kami lihat. Tadinya, jika tim mereka bisa memberikan klarifikasi yang jelas sehingga semua clear, maka kami siap lanjutkan kompetisi dengan fair. Namun kondisinya nampaknya tidak kondusif, ya sudah, lebih baik saya -mewakili tim- menuliskan sharing ini di blog. (oia, setidaknya 2 tim lain di top 10 sementara BSM-Care juag mempertanyakan hal yang sama dengan tim kami).

Terkait penggunaan twitter yang berindikasi tidak fair (lihat selengkapnya di Gak Fair Ya?Hehe) mereka menjelaskan bahwa mereka memang baru mengenal twitter jadi intinya masih belum mengerti cara-cara kerjanya. Newbie istilahnya, jadi menurut kami mereka masih dalam suasana euforia ada mainan baru, belum tahu etika-etikanya. Tapi terserah penilaian teman2 semua apakah alasan itu dapat diterima atau tidak.

Mencermati indikasi kecurangan ini juga menarik buat saya sebagai peneliti sosial πŸ™‚ tapi sy tidak sedang ingin membahas dr sudut pandang sosiologis, kali ini sy ingin memperlihatkan indikasi-indikasi yang kami ingin minta klarifikasinya namun tidak dijawab πŸ™‚ Memang benar, semua berawal dari pengamatan kami terhadap cara main mereka di twitter yang terindikasi tidak fair. Lalu tim kami jadi beralih mencermati pergerakan like FB-nya. Berikut ini asumsi analisis awal kami yang kami dasarkan pada pengalaman kami dalam berinteraksi di social media.
– Jika kita cuma memposting ajakan vote di status kita sendiri, hanya ada segelintir orang yang akan tergerak untuk vote sekalipun friends-nya itu teman2 dekat kita. Contoh kasus, saya punya sekitar 2200-an friends, di Cipta Media Bersama saya coba seperti ini ditambah tulis status di wall sekitar seratusan orang, lalu saya diamkan, hasilnya cuma dapat 141 like FB πŸ˜€
– Jika kita memposting ke tiap2 orang di jejaring kira, secara statistik yg kami amati, setidaknya 50-an % dari jejaring akan tergerak mem-vote utk LIKE (paling banyak), 50% ini saja sudah bagus πŸ™‚ Adapun tweet, Jempol, dan komen akan relatif lebih sedikit lagi (2 yg terakhir kecenderungannya agak malas). Dari sini bakal ada kecenderungan statistik yg urutan terbanyak dr FB, twitter, jempol, komen.
– Nah, sekarang tinggal hitung2an jumlah jejaring kan. Kami melihat list friends tiga orang pengusul Kewirausahaan Bersama sampai saat tulisan ini ditulis: Pak Nurochman hanya 473, pak dartono cuma 123, pak sumardi 247. Lalu link grup koperasi pulsa di Facebook cuma 984 orang. Adapun peluang friends kita sendiri menyebarluaskan lagi secara spesifik satu2 ke wall jejaringnya pun sangatlah kecil sekali sekalipun kita telah meminta.
– Tiba2 (speerti yg sy tulis di blog kmrn) dalm waktu sekitar 6 jam (dari sekitar jam 12 malam s/d jam 6 pagi) bbrp hari yang lalu, like FB mereka naik jadi 1600 orang. Artinya setidaknya mereka membutuhkan posting ke wall orang lain sebanyak sekitar 3200 orang dalam 6 jam. Gabungan friends diantara mereka bertiga sbg pengusul program + grup fesbuknya jelas masih jauh dari angka 3200. Pertanyaannya: adakah di saat tengah malam hingga pagi itu yang mengerjakan sebanyak itu diantara tim mereka? Jika ada, that’s ok. Tapi jika tidak, penjelasannya bagaimana? Sementara pengalaman statistik kasar kami, orang yang membuka FB di dini hari relatif jarang.
– Lalu pak Eko Budhi Suprasetiawan pengusul Pelatihan ekonomi syariah (di BSM Care juga) kirim pesan via FB kok pada bisa dapat like FB sampai 4000-an?? Beliau sendiri friendsnya sekitar 1600, belum ditambah tim inti lainnya. Beliau bilang sudah mengerahkan semua pasukannya tiap hari bekerja keras namun belum mencapai hasil maksimal. Demikian juga bung Yusvi (IT untuk anak nelayan) friendsnya seribuan masih belum bisa beranjak banyak.
– Pak Eko Budhi terkesiap *mungkin* karena kompetisi hibah Cipta Media Bersama dari Ford Foundation saja, yang 5 vote teratas, like FB tertingginya hanya di kisaran 4ribuan (CMIIW). Padahal itu diikuti oleh komunitas2 yang bertahun2 sudah mapan. Seperti FLP yg punya anggota grup di FB sebanyak 11-an ribu orang, hanya mampu mengerahkan utk like FB didekat 4000 dan 2000 vote.
– Akhirnya pak Ardian Febri (@kafey) mencoba mencari tahu ada apa gerangan sebenarnya? Kok anomalinya terlalu banyak?? Ditambah lagi perbandingan like FB dan tweet dengan jempol dan komen disaat posisi like tim mereka skitar 6100-an, nampak jelas anomalinya dibandingkan kawan2 pengusul lainnya (baca lagi detailnya di Fair Gak Ya? Hehe). Nah,pak febri lalu menemukan indikasi awal adanya penggunaan autoscript pada FB diantara jejaring bapak atau tim. Pak febri lalu mengcapture contoh2nya. Meski begitu, tetap ada peluang memang tidak pakai autoscript sama sekali. Inilah yang mendorong kami untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut dari mereka. Kalau mereka bisa menjelaskan, ya sudah semua clear. Ternyata kan tidak! BT donk lama-lama kalau kerja manual dan fair tim kami harus berhadapan dengan mesin, effort yg mesti kami keluarkan jd sangat-sangat besar sementara mereka tinggal menikmati saja (di awal mereka sudah menuliskan satu persatu ke wall friends-nya walo klo diliat dari wall FB mereka, cuma pak Nurochman saja yang rajin, berikutnya tim mereka terindikasi curang)
– Lalu pak febri di unfriend oleh pak Nurochman dan di block oleh Pak Dartono Jhon FB-nya, bikin menambah suuzhon kami hehe πŸ™‚ lalu kami jadi menduga-duga, jika penjelasan klarifikasi dari mereka tidak jelas, barangkali memangΒ  pak nurochman yang sudah bersumpah demi allah sudah sudah benar dan jujur (karena ketidaktahuannya beliau dalam dunia socmed). Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada diantara jejaring beliau yang melakukan kecurangan tanpa sepengetahuan beliau.Β  Tapi kalau penjelasannya masuk akal dan fair, mari kita lanjutkan kompetisi dan masalah ini kita anggap clear.

Dari situ lalu kami memancing untuk mereka melakukan pergerakan. Kemarin malam, saya dan pak Ardian Febri lembur di kantor untuk melihat ulang kemungkinan tidak fair-nya. Pak Febri mulai kirim ajakan promosi vote dengan mendatangi tiap2 wall di jejaring friendsnya sebanyak ratusan orang, sehingga menyebabkan orang mulai nge-like FB, yang kemudian menggeser kembali posisi #gurudigital ke nomor 1 (lihat gambar dibawah). Saya akan share semua gambar pergerakan dimulai dari Pukul 19:19 WIB 26 September 2011 pada saat tim kami kembali ke posisi pertama klasemen sementara:

Jam 19:19 WIB Download

Jam 19:27 WIB Download

Jam 19:50 WIB Download

Jam 19:57 WIB Download

Jam 20:14 WIB Download

Jam 22:24 WIB Download

Jam 22:32 WIB Download

Jam 22:35 WIB Download

Jam 22:42 WIB Download

Jam 22:50 WIB Download

Keseluruhan data pergerakan diatas, tolong disimak pergerakan Like FB dan Jempol, sebab data diatas mengindikasikan bentuk kecurangan lain selain yang terendus pada twitter, FB, dan sekarang bisa jadi Jempol vote πŸ˜€ lengkap sudah :pΒ  Nah, pada saat terjadinya pergerakan itulah, disaat yang sama di halaman wall FB-nya pak Dartono Jhon, salah seorang penggagasnya, terjadi keanehan-keanehan: tiba-tiba muncul status pak nurochman untuk ajakan vote di setiap status komen pak dartono. Gambar dibawah ini diambil di jam 19:37

untuk melihat lebih lengkap kemunculan semua status tiba2 dalam waktu yang serentak itu:

Kemunculan jam 19:44 Download

Kemunculan jam 19:49 Download

Kemunculan jam 19:53 Download

 

Kemunculan jam 19:53 ini aneh, sebab tiba-tiba semua status pak Nurochman menghilang secara bersamaan πŸ˜€ dan bersamaan dengan itu, pergerakan kenaikan jumlah like FB di klasemen pada tim mereka juga berhenti. Lalu kemudian tiba-tiba naiklah bvote jempol tanpa diiringi kenaikan FB atau tweet, agak kurang lazim dalam melihat keseluruhan pergerakan semua peserta yang di top 10 (ntar saya bahas dibawah). Wah?? jadi tanda tanya… kami lalu kirim messej ke pak nurochman agar jangan main curang, tapi jawabannya tetap tidak memuaskan. Karena sudah malam, saya dan pak febri pulang. Di rumah, cek internet, ternyata sedang terjadi pergerakan lagi. Seperti baisa, tiba2 di wall FB pak Dartono muncul lagi komen2 ajakan dari Pak Nurochman, mosok iya pak Nurochman iseng banget nulis lagi ditempat yang sama lagi secara bersamaan pula?? lalu ngapus lagi?? what’s going on?

Kemunculan jam 22:49 Download

Kemunculan jam 22:51 DownloadΒ  –> komennya tiba-tiba berkurang

Kemunculan jam 22:52 Download –> komen pak Nurochman hilang semua

Menariknya, di saat2 kemunculan komen pak Nurochman itu, tidak ada history yang bisa menunjukkan bahwa pak Nurochman telah menuliskan itu di wall FB-nya pak Nurochman. Okelah misalnya pak Nurochman yang menuliskan semuanya lalu mendelete semuanya, sbegitu cepatkah? menulis di tiap status pak Dartono lalu menghapusnya lalu menghapus jejak di wall-nya pak Nurochman?? Mohon klarifikasi..

Karena tim ini jempol votenya juga tiba-tiba naek, kami juga jadi bertanya-tanya, apakah mereka melakukannya dengan fair? Baca kembali postingan di blog saya sebelumnya, saya hadirkan kembali gambar nya pada saat posisi tanggal 24 September 2011 pukul 8:29 WIB perhatikan jumlah jempol dan komen relatif terhadap FB dan tweet.

pada situasi gambar diatas, perbandingan jumlah vote jempol dan komen relatif terhadap like FB dan twitter SEPERTI tidak rasional relatif *lagi* terhadap perbandingan yang sama pada tim lain yang di top 10. Kalau statistiknya cukup benar, maka kejompangan yang ekstim itu karena prosesnya tidak dikerjakan dengan alamiah alias berpotensi, berindikasi curang. Mari kita bandingkan percepatan gerak maju vote jempolnya pada keesokan harinya tanggal 25 September pukul 14:20 WIB yuk kita lihat gambarnya:

Tiba-tiba muncul 110 vote jempol dalam relasi perbandingan dengan tambahan 300-an like FB, lalu kemudian jumlah vote itu bergerak terus secara perlahan tapi pasti. Berikut ini data lengkapnya:

Jempol jam 16:55 WIB 25 Sept Download

Jempol jam 20:04 WIB 25 Sept Download

lalu ikuti terus file-filenya di tanggal 26 September 2011 yang sudah saya sharing di bagian sebelumnya. Hingga pada tanggal 26 September 2011 pukul 22:50 WIB vote jempolnya sudah 257. Fantastis! πŸ™‚

Perhatikan bahwa di sharing file saya yang tanggal 26 September 2011 dari jam 19-an sampai 22-an, ada beberapa situsi (silahkan dianalisis) pergerakan dimana saat like FB-nya tidak meningkat, tapi vote jempolnya meningkat. Kalau dari pergerakan alamiah yang kami amati diantara peserta top 10, kenaikan vote jempol biasanya seiring dengan kenaikan like FB, dan tidak pernah melebihi like FB (sialnya saya tidak mengcapture data-datanya yang lalu:D ). Rasionalisasinya begini: pada saat orang di ajak untuk memvote via FB, lalu orang tersebut membuka laman BSM-Care, mayoritas mereka hanya mengklik like meskipun dalam ajakan sudah diminta untuk mengklik semuanya + komentar. Kalau mereka tidak vote jempol, lalu kita minta lagi suatu ketika untuk balik lagi dan klik vote jempol, meski kelihatannya sederhana, tapi yang saya amati, mereka belum tentu mau πŸ˜€ Kalau metode yang kami pakai agar orang tergerak mengklik vote jempol dengan mengutak atik bahasa komunikasi di pesan ajakan untuk vote-nya dan hal itu cukup bekerja. Namun yang saya lihat, model bahasa komunikasi yang dipakai di status pak Nurochman relatif tidak berubah. Kemudian, yang tadi itu, pada saat like FB tidak berjalan, like jempol tau-tau jalan, sementara twitternya juag tidak jalan, komennya juga relatif tetap πŸ˜€ nah lho?? Tolong diklarifikasi siapa tahu memang saya tidak tahu metodenya jadi bertanya2 agak curiga πŸ™‚ mohon pencerahan..

Simpulan sementara kami:

(1) tim kewirausahaan sosial terindikasi berkompetisi tidak fair pada tiga vote: Like FB, Twitter, dan jempol. Khusus yang terakhir (jempol) kami belum sepenuhnya yakin, mohon diklarifikasi. Proses utk Like FB diindikasi dengan melakukan bom spam atau flood ke jejaring secara sembarang diluar jejaring mereka (atau entah penjelasan lain, mohon pencerahan dari kawan2 yg paham masalah ini)

(2) tim kewirausaahaan sosial nampaknya mengerjakan cara tidak fairnya pada masing2 jenis vote secara independen, itulah yang menyebabkan pergerakan statistikanya agak aneh sendiri. FB ‘dikerjakan’ duluan, lalu twitter ‘digarap’. Pada saat twitter kami komplain, vote-nya tidak bergerak. Tapi kemudian vote jempol tiba2 bergerak. Pengerjaannya terpisah satu persatu… Tinggal komentar aja yang sudah untuk diautomatisasi πŸ˜€

Karena kontak khusus BSM-Care tidak tersedia (email atau twitter, atau saya gak gak nemu ya? hehe), kalau mau telepon bakalan panjang dan bingung nunjukin screen shot nya, lalu upaya menempuh jalur kekeluargaan dan klarifikasi japri tidak berhasil utk menjadikan permainan lebih fair, maka daripada tiap kami bekerja keras selalu -terindikasi- di’curangi’, ya sudah saya mewakili tim menuliskan komplain detailnya di blog ini πŸ™‚ palingan juga sy akan mention @syariahmandiri untuk pemberitahuan..

Bagaimana menurut teman2 semua? tolong luruskan saya jika saya salah..

 

 

 

 

Advertisements

1 Response to "Mencermati Kecurangan"

Hehehe… makanya bikin saya mundur teratur, ngabisin energi aja…
Terus terang dari data yg kang AO paparkan, seharusnya PAY-G lebih siap tuk jadi pemenang, karena memiliki jejaring cukup banyak dan besar di FB & Twiter sebaagai contoh :
1. PAY http://www.facebook.com/Pecinta.Anak.Yatim (106.000+ member)
2. KKH http://www.facebook.com/pages/KATA-KATA-HIKMAH/291202364354 (1 juta + member)
DLL…

Makanya saya ngeliat kayaknya ada “sesuatuyul” yg bergerak dalam kompetisi ini.

Daripada ngabisin energi & waktu, mending nggak ngelanjut, apalagi hadiah yg diperebutkan cuma 50 juta, sementara Energi & waktu yg terbuang lebih dari itu. Saya doakan yg jujur bisa menang supaya hadiahnya gak dibawa kabur hehehe… πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 11,568 hits

Pages

Twitter Updates

%d bloggers like this: