adi onggoboyo’s note

Sekilas Tentang KKM

Posted on: June 26, 2012

Berikut ini rentet tweet sy beberapa waktu lalu ttg #KKM

(1) pendekatan kuantitatif dlm dunia pendidikan, pd level teknis di sekolah, mnrt sy adakalanya malah absurd #KKM
(2) misalnya adanya keharusan penetapan yg disebut Kriteria Ketuntasan Minimal atau biasa disingkat #KKM
(3) #KKM gampangny adlh batasan nilai angka minimal spy siswa dikatakan lulus dr suatu kompetensi dasar
(4) #KKM dr tiap kompetensi dasar (KD) akan dirata2kan utk jd KD suatu mata pelajaran..
(5) misalnya, #KKM mata pelajaran fisika di suatu sekolah A adalah 70, artiny klo siswa ga dpt nilai akhir min.70, disebut belum tuntas
(6) #KKM ini bisa beda2 tiap sekolah, ada juga malahan beda guru beda nilainya meski di sekolah yg sama
(7) #KKM didasarkan pd 3 variabel, 1.Kompleksitas konten di suatu KD
(8) ke-2, tingkat ketersediaan sarana dan prasarana yg mendukung suatu KD tersebut #KKM
(9) n yg ke-3, intake siswa, yg didasarkan pd acuan data nilai pd periode seblumnya ato nilai mereka sblmnya.. #KKM
(10) mslh lalu muncul di proses penentuan #KKM hingga sampe efek2nya, n mnrt sy jd nampak kacau balau
(11) utk tingkat kompleksitas konten KD, guru mesti membreakdown lg subkontennya, lalu memberi tingkatnya dlm rentang misalny 0-100
(12) kritik penting: penentuan 0-100 itu didasarkan pd apa? pd level teknis, sy lihat kawan2 guru pd akhirny pake jurus kira2 😀 #KKM
(13) ktersediaan sarpras pndukung, ini jg relatif yg ujung2nya d level teknis guru lg2 pake jurus kira2, trlebih di rumpun non eksak #KKM
(14) sdngkan intake siswa, jika ada 2 guru yg jd beda #KKM nya tp pd jenjang kelas yg sama di skolah yg sama, lalu…
(15) lalu apakah siswa yg diajarny sama persis org2ny di thn sblmnya, klo beda, data intake siswanya jd bias dong ya #KKM
(16) demikian jg utk penentuan #KKM di kelas 1, maka data sblmny kan bs dibilang ga ada, klo pake data siswa laen yg sdh naik kelas 2, hmm..
(17) pd endingny, sadar ato gak, #KKM ditentukan lebih pake feeling ato jurus kira2
(18) lalu #KKM itu diujiterapkan pd siswa.. filosofi yg dipakai adlh mastery learning, dimana semua siswa musti tuntas semua KD-nya
(19) semua siswa musti melewati batas #KKM yg berbeda2 di tiap sekolah, *tp kan KKM-nya dibuat pake feeling, jd gimana inih?*
(20) mastery learning menghasruskn siswa tuntas melewati batas #KKM -yg dibuat pake feeling- nah lho? klo ga lewat KKM, maka akan remedial
(21) remedial di level teknis ngabisin bnyk waktu -dimana guru sdh sngt padat kerjaannya- n blm tentu siswa jg rajin2an #KKM
(22) sadar ato ga, siswa spt dipaksa wajib lulus #KKM itu meski siswa udah sangat muak dgn pelajaran tsb..
(23) endingnya krn smua hrs lulus, guru jg dah lelah, tingkatnya dipermudah ato malah udah aja dillulusin dgn nilai minimum #KKM
(24) pd level tsb, qt dah ga bs ngeliat lg mana siswa yg beneran bagus dan mana yg gak, toh nilai akhirnya sama di raport mereka #KKM
(25) mslh lain muncul krn #KKM yg beda2 di sekolah yg beda, fisika 70 sekolah A dan fisika 80 skolah B bs saja scr kualitas sama
(26) apalagi klo penentuan #KKM lbh krn tekanan struktural, misal kepsek/yayasan mewajibkan mseti mamatok angka tertentu
(27) yg didasarkan pd asumsi bahwa makin gede #KKM diterapkan di suatu sekolah maka makin bagus mutu sekolah tersebut
(28) mnrt sy pandangan itu menyesatkan, tp bagi yg terjebak lihat patokan angka2 #KKM itu, mungkin bangga anakny dpt fisika 80 misalnya
(29) di raport siswa zaman penerapan ada #KKM tdk ada nilai merahnya, semua tinta hitam… lalu bgmn qt bs verified mana yg lbh baik?
(30) sy kira di zaman dulu lbh simpel modelny, klo merah ya udah ditulis merah aja di raport dan s/d batas tertentu masih bisa naik kls #KKM
(31) ato ga model yg dipake universitas aja, klo emang endingny gagal, ya DO/ga naek kelas yo wis #KKM
(32) jd ga musti naek kelas terus, drpd cuma nilai formalitas yg tertera di raport *buat sebagian siswa ya, ga semua* #KKM
(33) jika tdk siap dgn sistem yg ga naek kelas, ya jgn msk sekolah, ikutlah skolah yg lebih merdeka 🙂
(34) toh skrng bnyk komunitas belajar yg non-mainstream n justru lbh memerdekakan siswa
(35) ato qt bikin aja skolah yg naek kelas trus tp semua siswanya berkembang sesuai dgn bakat minat mrk, ga dikungkung pelajaran2 mbludak

end.

 

Advertisements

1 Response to "Sekilas Tentang KKM"

Memang benar pa Adi, saya sebagai guru kadang sangat ragu dengan sistem penilaian yang kurang reliable ini KKM/SKBM, nilai batas lulus sangat tidak terukur (skrip pedoman penentuan KKM waktu itu dalam persentase) lalu sekarang menjadi nilai lulus=KKM. sedang yang diukur adalah materi tuntas dengan 3 indikator itu (K,D,I). misalnya KKM=75% apakah nilai lulus (tuntas) 75? dalam pemahaman saya 75% adalah target minimal dalam belajar sedang nilai lulus/tuntas berbeda dengan KKM. sehingga suatu ulangan pada KD tertentu skor maks=50 maka Nilai lulusnya (tuntas) minimal =56,25 bukan 75. ini hanya sebuah permenungan saja ngaco…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 11,784 hits

Pages

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

%d bloggers like this: